RSS

Ruang Dialog Antara Penulis dan Pembaca

16 Des

Ini menindaklanjuti usulan dari salah satu pembaca, Mokondo, yang menyarankan agar dibikin satu thread yang dikhususkan untuk menampung komentar-komentar yang sifatnya tidak berhubungan langsung dengan bab-bab di dalam cerita yang ada. Sebenarnya aku sendiri juga masih bingung, apa yang mau dibicarakan? Tapi melihat bahwa di bab-bab aktual khususnya di cerita Cowok Rasa Apel seringkali ada komentar yang OOT (out of topic), oke… aku rasa thread ini akan ada fungsinya juga nanti. Kita lihat saja.

Silakan, buat para pembaca yang mungkin ingin menanyakan sesuatu, atau menyampaikan saran, atau mengajak diskusi, bisa memasang pesan anda melalui kolom komentar. Apa saja. Istilahnya gado-gado, dan aku akan usahakan untuk bisa membalas. Sistem commenting tetap masih menggunakan moderasi, jadi mungkin pesan kalian tidak akan langsung muncul. Ini ditempuh supaya bisa mencegah masuknya komentar-komentar yang bersifat kasar dan bashing. Jadi, jangan coba-coba berkata kasar dan jorok di sini! Aku paling tidak suka…!😈

Oh, iya. Mungkin bisa diteruskan kalau ada request atau daftar pertanyaan seputar karakter CRA. Kemarin sudah diupload biodata Dimas dan Denis. Karakter-karakter lainnya tentu nggak ketinggalan, semua akan di-launching menjelang babak final nanti. Jadi kalau ada daftar pertanyaan (untuk karakter/tokoh siapa saja), bisa diajukan melalui thread ini.

Terima kasih.😉

 
235 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Desember 2011 in Uneg-uneg

 

235 responses to “Ruang Dialog Antara Penulis dan Pembaca

  1. Dhick Chow

    17 Desember 2011 at 00:36

    Wah kyak’a semakin tenar @ªªĵαα°˚˚˚°ĦĦ yah CRA ini…
    Jujur aku suka bgd sma cerita’a..
    Aku ƍαќ bosen buat baca berulang2.. Aku berharap agar cerita ini dibuat novel atau bahkan film.. Karna bnyak bnget pesan moral ♈ƍ bsa diserap dri cerita ini.. (Mski masih penasaran sma ending’a). Emang sh tema tntang “Gay” msh cukup tabu di Indonesia, tpi aku rasa ini bsa jadi gebrakan atau smacam cambuk bahwa realita khidupan sprti itu memang ada.

     
    • Dika Pecinta Sunyi

      26 Desember 2011 at 09:35

      Setuju difilemin nih … Mungkin CRA lovers bisa galang dana untuk produksi nih film.
      DI Indonesia banyak juga film tema gay, tapi belum ada yang realistis tapi bikin greget sebagai drama.

      ARISAN cuma gambarin kehidupan gay di kalangan high end. Cokelat Strawberry terlalu sinteron dan gak dapet feel-nya karena lagi-lagi liat background kehidupan yang digambarkan.

      Belum ada yang kayak Eternal Summer yang gambarin dilematisnya persahabatan yang di dalamnya ngelibatin cinta sejenis. Background-nya anak SMA yang hidup di desa pinggiran kota (suburban) dengan pelukisan settingnya yang menawan.

      Apalagi yang mirip Love of Siam. Belum ada banget. Cerita gay anak SMA yang dikemas apik sama cerita keluarga, sarat nilai moral tanpa langsung si sutradar menggurui.

      AYO, kita dukung CRA jadi film drama remaja.
      Saksikan di 21, XXI, dan Blit Megaplex😀

       
  2. Dufei dejavu dua / Bowolukito87@gmail.com

    17 Desember 2011 at 07:58

    Om noel…
    Jangan lupa spin offnya fandi ya ..

     
    • Alex5

      17 Desember 2011 at 17:32

      Setuju banget sama yang satu ini!

      FANDI =3

       
    • dart vader

      19 Desember 2011 at 02:03

      FANDI paling cute lah

       
  3. ilham

    17 Desember 2011 at 08:50

    Q cuma mo usil, eh usul. Gmn kl cerpen2 ato karya2 Mas Noel yang dulu2 yang pernah dipublikasikan di tempat lain, di-upload ulang disini. Hitung2, blog ini bs jadi kumpulan karya Mas Noel …..he he he (ngarepbanget.com) Aku suka karya2 mas Noel, n sebagian sudah tidak bisa dibaca lagi (di t4 lain itu, entah kenapa???) so, aku cuma tahu judulnya saja. jadi penasaran gmn jalan ceritanya….. Thanks B4.

     
    • noelapple

      17 Desember 2011 at 22:26

      Pasti, cerita-cerita yang lain pasti akan dipost kok. Saat ini prioritasnya memang masih CRA.🙂

       
  4. Oong Iku YO OnKy

    17 Desember 2011 at 17:06

    wah maz noel tambah SIEP ae…..
    Sukses ea maz…. I lik CRA…..

     
  5. Ferry_Choi

    17 Desember 2011 at 21:45

    Ok Lah Kak Noel.
    Sebenar.a itu yg Aku Harapkan dr adanya Blog & Cerpan ini.

    Percuma saja kalo kita membaca Cepan ini tp qta gak membahas dan saling sharing ttg kehidupan qta dalam kehidupan

    ***

    Ka, aq Minta maaf ya Soal di Page kemaren. Gara2 aq Curhat ka Noel jd agak terganggu.

    Semoga karena ada.a kolom komentar yg membahas seputar kehidupan qta. Kami bisa saling berinteraksi jd banyak pengetahuan dan hal yg gak qta tw jd tw.

    Ow ya kak,
    seandai.a kk rasa ada yg gak co2k dgn komment2 yg ada, kk jgn cepet2 emosi ya.
    Nanti bisa buat citra kakak sbgi Penulis yg gampang Sensi.
    Kalo memang ada kommentar yg gak enak di acuhkan di delete aja ka. Biar gak jd runyam.

    Thx before.

     
    • noelapple

      17 Desember 2011 at 22:19

      Tapi ruang diskusi ini tetap bukan ditujukan untuk menampung curhat pribadi. Curhat pribadi sebaiknya dilakukan di area empat mata, karena tentunya itu bukan untuk konsumsi publik.

      Caraku menghadapi orang yang mendiskreditkan hal yang aku anggap prinsipil, adalah dengan menjawabnya. Kalau menurutku dia salah, aku akan berusaha menunjukkan dimana kesalahannya. Meskipun pada akhirnya aku akan mendelete demi kenyamanan bersama, aku tetap akan berusaha menjawabnya terlebih dahulu. Itu yang biasa aku lakukan, karena aku tak mau sesuatu yang aku yakini dihakimi secara semena-mena.

      Semoga ini dimengerti oleh siapapun saja.

       
  6. Arii ibell

    18 Desember 2011 at 13:16

    Gosh, entah kenapa aku ngerasa ada sesuatu di dalam cerita ini,
    kayak ada power yang bikin aku galau abis ngebacanya,
    mas noel menghipnotis aku dgn plot cerita yang mengalir,
    aku selalu memposisikan diri sebagai Dimas, kena bgt di kehidupan aku ceritanya.
    coba kalo dibikin movie, pasti KEREEN
    Semangat buat mas NOel,
    waiting for next chapter of CRA!!

     
  7. mokondo

    18 Desember 2011 at 13:17

    hahaha . . . .
    akhirnya dibikinin juga,
    makasi mas noel . . hehehe
    kalo saya pribadi lebi suka cerpen mas noel yang temanya agak berat !!
    yang “dalam kenangan” mega favorit saya karena melibatkan aspek sejarah, budaya dan geografi juga, beuuh . . !!
    apalagi ditambah musik pengiring yg ajib super itu !!
    saya, jadi tertarik mendengar musik klasik sejak baca cerpen “dalam kenangan” !!

    mas noel, ada keinginan lagi untuk berpuisi kah ?
    atau ada arsip nya, boleh juga tuh di share . . . hihihi

     
  8. Adhrist

    18 Desember 2011 at 23:42

    Luar Biasa dah. . .
    Ngfans bgt jdinya sma Karya2 kak Noel . . . .

     
  9. kartono

    19 Desember 2011 at 14:44

    maaf mas noel pertanyaanku agak pribadi.
    1. mas noel gay atau stright y?
    2. mas noel dah punya pacar p blm y?
    3. mas noel pandai mengarang, rahasianya apa y?
    aku lebih mengidolakan mas noel krn mas noel apa adany?
    maaf jk pertanyaanku tdk berkenan. please d bls lwt email y mas. sangat berharap. trima ksh byk atas perhatian. pengen minta tanda tangan mas noel

     
    • noelapple

      20 Desember 2011 at 01:02

      1. gay.
      2. belum.
      3. rahasianya: belajar!🙂

      Kamu boleh menyukai karyaku, tapi tak perlu mengidolakan aku. Aku orangnya gampang marah lho…🙂

       
      • firman

        26 Desember 2011 at 19:37

        Waaahhh jomblo. sayang noel nan jauh d sana. hahaahahahh.

         
  10. Dika Pecinta Sunyi

    19 Desember 2011 at 19:11

    Selamat Mas Noel udah bikin saya gak berhenti nangis menyek-menyek, rasanya pengen bantingin apa aja deh yang ada di kamar haha *ketularan lebay*

    4 thums up, mas! 1 hari langsung ludes tuh puluhan keranjang apel bikin gw mules-mules. Miris lihat Dimas, feel-nya dapet banget ampe bikin hidungku susah berheti mampet. Gemes sama Denis ampe pengen cepet tidur sambil berdoa “Ya, Tuhan … andai saja besok pagi ada yang nonjok gw pake guling dan itu adalah Denis!!! Bakal gw dekap gak lepas-lepas tuh kembarannya si Dimas hehe.”

    Gw ngedadak benci sama Fandy yang udah mutusin Dimas di saat ia terpuruk di depan matanya. Hate, hate, hate! Kecup manis buat si cool Ben yang misterius. Dan satu lagi, pengen rasanya bakar tuh ruang BP, gw esmosi tingkat Jateng nih!!! Damn Alex! Gak sabar menunggu ending. Apakah Erik mendadak jadi gay *plaaaak* Atau Fandy jadi iba sama Dimas, atau ada malaikat yang bantu Dimas dari keterpurukan. Hoaaam … Rasanya pengen nyulik mas Noel buat cerita langsung ke gw sekarang hahaha😀

    Pokoknya favorit gw DENIS! Kalah lah si Thong alias Mario Maurer …

     
    • noelapple

      20 Desember 2011 at 01:00

      Benci sama Fandy…? Jangan ah, dia anak baik kok.🙂

      Lebih enak baca langsung kok, daripada diceritain. Btw, Denis nggak suka didekap-dekap lho.🙂

       
      • Dika Pecinta Sunyi

        21 Desember 2011 at 10:26

        Aku jadi ingat filosofi bulu kuduknya Acep Zamzam Noer, bahwa karya sastra yang baik adalah yang bisa bangkitkan bulu kuduk alias bikin merinding. Karya Mas Noel gak cuma bikin merinding, tapi sukses bikin aku kepikiran tiap hari, tiap pagi, tiap siang, tiap malam. Dan, bikin aku berdecak galau, “Aku memang bisa rasain apa rasanya jadi Dimas, tapi aku tak seberuntung dia karena ada Denis, Ben, dan Misha yang selalu hadir buat support dia.”

        Wah, Mas Noel …. Speechless.

         
  11. junai huhaii

    20 Desember 2011 at 00:29

    Salam mas Noelapple
    Memang benar bahasa malaysia dengan bahasa indonesia banyak berbeda
    tapi apa pun
    kita tetap 1 rumpun melayu
    lagi pun gue taw sikit2 bahasa indonesia, kerna gue ramai teman sekerja malah minat sekali nonton senetron
    memang betul tidak ramai yg ngerti, bila kita berbicara sebab dialek yg berbeza

    tapi apa pun
    jika novel mas noel dapat di terjemah ke bahasa malaysia,
    gue yakin teman2 gue akan suka
    kerna jalan cerita yg hebat

    sayang sekali
    jika cerita ini tdk dapat di terbitkan, di bukukan
    kerna novel mas noel cukup indah gaya bahasa nya

    Apa pun..
    gue harap mas noel sukses berkarya..
    chayo chayo

    di nanti novel seterus nya..

     
    • noelapple

      20 Desember 2011 at 00:33

      Bukankah di Malaysia konten-konten bertema homoseksual juga masih tabu?🙂
      Gampang-gampang susah buat merealisasikannya. Lagipula kelayakan sebuah cerita itu bukan hanya di bahasa yang indah, tapi juga bagaimana kondisinya jika dihubungkan dengan situasi masyarakat, apakah kontroversial ataukah bisa diterima secara umum. Untuk tema homoseksual sepertinya masih sebagian orang saja yang bisa menerimanya.

      Terima kasih,

      Salam dari Indonesia.🙂

       
  12. twilight

    20 Desember 2011 at 00:35

    Review teenlit “Cowok Rasa Apel”

    Konflik yang dialami Dimas di season dua kali ini terasa kompleks dan berbobot jika dibandingkan prekuelnya. Mulai dari kelanjutan sikap teman-temannya yang masih mengejek Dimas sampai membuat Denis berang dan berakhir pada perkelahian di kantin, disidang dan ditekan sama guru BP nya, ditambah pengeroyokan yang dilakukan oleh Gery, serta hubungannya dengan Fandy yang semakin rumit. Dan saya rasa itulah puncak konflik di cerita ini.

    Sampai kantong/bagian terakhir (kantong 34) yang dirilis oleh penulis di blog, ceritanya pun masih seputar rencana balas dendam Dimas terhadap guru BP dan Gery, sementara untuk konflik-konflik yang lainnya masih belum ada tanda-tanda untuk penyelesaian.

    Dengan spoiler dari penulis bahwa CRA season 2 hanya tinggal beberapa kantong lagi, akankah semua bisa diselesaikan dengan tuntas? Atau ada konflik yang akhirnya menggantung? Karena pembaca kebanyakan akan berharap semua akan diselesaikan secara tuntas jika penulis tidak akan membuat sekuelnya.

    Hal lain yang juga harus diperhatikan penulis adalah spinoff karakter lain yang perlu dibuat. Karena teenlit CRA memakai sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama, yang artinya semua kejadian yang terjadi di cerita tersebut hanya sebatas pengetahuan tokoh utama saja. Selain itu, meskipun ada teenlit-teenlit lain yang dirilis di blog yang sama berdampingan denga CRA, hanya CRA-lah yang dianggap cerita utama di blog tersebut sehingga dianggap franchise tersendiri, yang dilengkapi dengan spinoff dari karakter Awan- Di Bawah Langit Bali dan Ben-Cermin.

    Untuk itu perlu dibuat spinoff lagi untuk melengkapi jalan cerita CRA diluar perspektif Dimas sehingga menjadi cerita yang utuh. Langkah itu juga merupakan poin tersendiri mengingat para pembaca masih setia untuk mengikuti hal-hal yang berkaitan dengan CRA.

    Sekian review dari saya, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dihati penulis.

    Terima kasih dan sukses selalu buat penulis.

     
    • noelapple

      20 Desember 2011 at 00:55

      Wowww… Terima kasih sekali untuk review-nya.

      Benar, cerita CRA konsisten memakai sudut pandang orang pertama tunggal. Semua narasi langsung dituturkan oleh Dimas sebagai tokoh utamanya. Kelemahannya mungkin adalah: pandangan dari karakter lainnya jadi kurang tereksplor. Misalkan karakter Denis, karakterisasinya sebenarnya adalah interpretasi Dimas atas Denis, jadi bukan gambaran langsung dari karakter asli Denis. Tapi di sini jugalah tantangannya, bagaimana membuat eksplorasi karakter2 lainnya dalam sudut pandang orang pertama yang tak pernah digantikan: Dimas. Terus terang, secara pribadi aku lebih suka menggunakan sudut pandang ini.🙂

      Jadi, spin-off dari karakter2 dalam CRA bisa aku maklumi jika para pembaca setia sangat menantikannya. Tapi ini juga susah-susah gampang. Katakanlah, sudah dua tahun sejak menyusun CRA aku menjadi seorang Dimas yang bercerita. Maka dalam spin-off, aku harus menjadi seorang Denis, seorang Erik atau seorang Fandy. Terus terang ini menarik, tapi juga agak berbahaya karena kalau aku tidak hati-hati melakukannya bisa-bisa malah meruntuhkan karakter itu sendiri.

      Sebenarnya, jika Cermin dan Di Bawah Langit Bali dikatakan sebagai spin-off CRA, kurang tepat juga mungkin. Sebab DBLB ditulis lebih dulu, mungkin sekitar dua tahun sebelum CRA disusun. Begitu juga Cermin, ditulis lebih dulu sebelum CRA. Dan pada awalnya, ketika menulis DBLB dan Cermin aku sama sekali tidak berpikir bahwa kelak karakter-karakter ini akan muncul lagi di cerita yang lain. Tapi begitu menulis CRA, dan secara pribadi merasakan sensasinya, baru aku berpikir… bagaimana jika Awan dan Ben bertemu dengan Dimas? Then it went on!🙂

      Saat ini skenario tentang spin-off sedang dibuat. Sebenarnya spin-off ini sifatnya adalah benar-benar lepas dari ikatan Keranjang dan Kantong CRA. Salah satunya adalah spin-off Petualangan Fandy (yang sudah jadi dan pernah dirilis), isi ceritanya bukan merupakan ‘another point of view’ tentang pengalamannya bersama Dimas di bab-bab CRA, tapi menjadi sebuah cerita baru yang tersendiri dimana cerita itu benar-benar milik Fandy. Seperti halnya DBLB dan Cermin yang sama sekali tidak membuat clue tentang CRA, bahkan Cermin bisa dikatakan sebuah cerita yang sama sekali lepas dari tema gay, bahkan gaya bertuturnya pun sangat beda dengan CRA. Inilah yang juga akan dilakukan pada spin-off lainnya.🙂

      Sekali lagi terima kasih untuk review-nya.😉

       
      • Peter

        20 Desember 2011 at 17:46

        Kak Noel bilang spin-off petualangan Fandy sudah jadi dan pernah dirilis,,

        Kapan kira-kira bakal dirilis lagi?

         
  13. noelapple

    20 Desember 2011 at 02:19

    Sekedar pemberitahuan ulang.

    Komentar-komentar yang bunyinya seperti ini:

    1. “Pertamax!” , akan dihapus. Karena hanya akan jadi ajang nyampah mengingat sistem komentar di sini memakai moderasi. Jadi ketika pembaca mengira belum ada komentar, itu bukan berarti belum ada yang berkomentar! Karena sistem moderasi secara otomatis akan menyembunyikan komentar hingga komentar tsb telah disetujui oleh moderator. Buktinya, hari ini ada bejibun pembaca yang mengaku ‘pertamax’ , padahal mereka nomor dua, ketiga dst…🙂 Maka aku menghapusnya. Maaf.

    2. “Kapan kantong selanjutnya?” , juga akan dihapus. Karena jadwal sudah ditentukan, jadi tak ada alasan untuk masih menanyakannya.

    3. Komentar yang ujung2nya mencantumkan alamat FB, pin BB, atau nomor HP, akan langsung dihapus! Biasanya, komentar seperti ini motif utamanya memang pingin ng-eksis. Seringkali isi komentarnya sebenarnya tidak berisi apa-apa. Percayalah, ada banyak forum untuk sekedar ng-eksis, tapi di sini bukan tempatnya. Di sini adalah membaca, mengomentari bacaan, dan berdiskusi, itulah tujuan yang utama.🙂

    4. Komentar yang berbunyi kurang lebih, “Asyik, yang penting komentar dulu, baca belakangan..”. Maaf ya, bacalah dahulu baru mengomentari apa yang dibaca, entah baik ataupun buruk. Kalau belum membaca sudah berkomentar, maka sebenarnya itu BUKAN komentar. Jadi tak ada gunanya ditampilkan.

    5. Komentar yang bersifat kasar, spam, porno, jorok, flamming, personal attack, dan bersifat menceramahi, akan dihapus juga. Di sini kita mencari hiburan bukan?🙂

    6. Komentar yang hanya menampilkan smilies, juga akan dihapus. Maksudnya apa gitu loh???🙂

    Jadi, meskipun ini sekedar blog sekaligus forum hiburan yang gratis tanpa pungutan biaya, bukan berarti kita boleh bersikap asal. Mari sambil menghibur diri, kita belajar berforum di dunia maya secara elegan. Itulah yang namanya: BERBUDAYA.🙂

    Salam.

    NOEL😉

     
  14. segoro

    20 Desember 2011 at 17:02

    ingin tatap muka???? minta tanda tangan dan sharing tentang dunia……………..

     
  15. aryo cool

    20 Desember 2011 at 20:53

    sip….!

     
  16. budi

    20 Desember 2011 at 21:59

    hmmm, cara baca, piligrim gimana sih ?
    mohon, pencerahannya !!

     
    • noelapple

      21 Desember 2011 at 11:05

      Kan ada di panel kanan, di bawah scroll-nya CRA. Ada Pilgrim dan Di Bawah Langit Bali.🙂

       
  17. Thahta

    20 Desember 2011 at 22:05

    Kak umurnya berapa? CRA Itu seputar Pengalaman pribadi atau hanya karangan?

    Berhubung CRA-nya sukses . Ada pikiran lagi gak buat novel remaja yg isinya ringan mudah dimengerti dan berkutat pada fenomena remaja misal : sosial network atau apa gitu . Oh ya pernah posting cerita di boyzforum ndak ?

     
  18. BUDI lagi

    21 Desember 2011 at 11:10

    tentang piligrim,
    masukin sandinya dimana ?
    klu nya apa ?

     
  19. Zulfiqo Bontang

    21 Desember 2011 at 16:13

    ehem kak noel skedar kasih masukan aja ya
    kenapa kok sekuel cowok rasa apel bisa ada juga di Tommy love Zacky
    nah apakah kak noel memberi proteksi terhadap karya ini? kan sayang kak karya besar kalau ada yang mengambil kenapa tidak di daftarkan saja hak ciptanya
    sekedar masukan saja semoga berkenan di hati mas noel
    salam dari ujung pulau ……. Kalimantan

     
    • noelapple

      22 Desember 2011 at 02:19

      Yang diterbitkan di blog sebelah sudah melalui ijin, pemilik blog tersebut sudah minta ijin dan saya ijinkan. Tapi hanya untuk CRA 1 saja, untuk CRA 2 saya ingin eksklusifkan untuk blog ini saja. Ini salah satu bentuk untuk mempromosikan blog ini juga.🙂

      Salam dari Jawa.😉

       
  20. Abell belle

    21 Desember 2011 at 17:10

    mas noel yang baik, cerita CRA knapa ga dijadiin novel aja??
    kalo alasannya takut ga ada penerbit yang mau terima, kenapa ga dicoba aja dulu?
    nyoba kan ga ada salahnya.
    kaya novel harry potter pernah ditolak sama penerbit tapi ga tau nya booming bgt kan??
    lumayan kan buat pencerahan org2 yang ga begitu kenal dgn dunia gay,
    btw, cerpen pilgrim keren bgt, aku ga bosen ngebacanya..

    makasih atas karyanya ya mas,🙂

     
  21. segoro

    21 Desember 2011 at 19:32

    kalu pas ke solo boleh jumpa Noel???

     
  22. yani

    22 Desember 2011 at 03:28

    kenapa ga bisa dislike?? heheee… udah di setting gitu ya? yg fair dong. mstinya tampilin juga komen / jempol dislike. masak smua tampilan ng-like??

    Katanya berani trima hujatan dan tidak menjadi pecundang. klo gitu, tampilin juga komen dislike. Penulis berani nulis tulisan kayak gini, mstinya berani juga terima resiko hadapi dislike. menurutku, ini tidak lebih dari cerpen roman abg biasa. pembangunan karakter untuk masing2 tokoh juga kurang kuat.. ini pendapatku. boleh toh berpendapat, sama kayak tokoh Dimas yg berani “nyemplung” di dunia lain.

    Stigma masyarakat adalah benar. sampai kapan pun, kaum gay/lesbian/transgender adalah penyakit. tidak dibenarkan oleh kitab agama apapun juga. semoga ini tidak lebih dari sebuah cerita fiksi saja.

    Terus menulis.🙂

     
    • noelapple

      22 Desember 2011 at 03:29

      Soal like and dislike aku tidak membuat setting apa-apa. Tanda jempol itu tidak penting buatku, karenanya aku juga tak pernah menulis: “terima kasih jempolnya…” Bagiku yang penting isi komentarnya, karenanya yang akan aku balas adalah komentar, bukan jempolnya. Kalo misalnya tidak suka kan juga nggak perlu mencet tombol like tho? Lagian tidak semua yang menyukai cerita ini akan peduli untuk memencet tombol like. It’s so simple, ayolah, anda tentu sanggup berpikir sampai situ!

      Stigma masyarakat belum tentu benar, tapi itu memang nyata bahwa stigma2 itu ada. Sebuah kenyataan belum tentu memakai paradigma kebenaran. Sejauh ini memang pandangan miring ttg homoseksual paling sering dikaitkan dengan ajaran agama. Kalo sudah sampai di situ, itu hak tiap orang untuk beragama. Tapi kenyataannya, kenyataan juga nih: tidak selalu orang yg seagama memiliki pandangan yg sama. Buktinya, mayoritas Kristen di Indonesia masih menganggap homoseksual itu dosa, tapi di negara-negara Barat sudah banyak berdiri gay chruch dan pasangan homoseksual dapat diberkati menurut upacara keagamaan. Kalau di Islam dan agama yang lain, saya tidak tahu dan tak akan berkomentar karena itu bukan agama saya.

      Kalau soal penyakit, saya kasih beberapa kutipan:

      “Orientasi seksual bukanlah ditentukan oleh satu faktor saja melainkan beberapa diantaranya adalah: genetik, hormonal, dan lingkungan. Walaupun begitu, tidak ada bukti yang ilmiah mengenai masalah pola salah asuh orang tua, maupun tindakan traumatis seksual misalnya pemerkosaan dengan jalan sodomi yang menentukan seseorang menjadi gay”, American Academy of Pediatrics, 2004.

      Dari sini bisa disimpulkan: keberadaan faktor genetik yg berkombinasi dengan hormonal serta lingkungan, itu faktor yg sangat komplek dimana sulit bagi individu untuk menentukannya sendirian. Dan pastinya mustahil untuk merencanakannya! Jadi kondisi orientasi seksual itu bukan pilihan, karena tak seorang pun memilihnya. itu sesuatu yang berjalan dalam reaksi natural berkombinasi dengan faktor sosial. Lalu kenapa ada istilah bahwa itu sebuah pilihan? Ya, menjadi homoseksual bukan pilihan, tapi yang merupakan pilihan adalah: menyangkal atau menerima keadaan yang sudah terbentuk itu.

      Kedua: Tidak ada bukti ilmiah bahwa trauma karena diperkosa gay akan membuat si korban juga menjadi gay… TIDAK ADA BUKTI ILMIAH, itu artinya telah mematahkan stigma bahwa homoseksual itu menular! Itu jelas stigma yang salah!

      Kutipan yang lain:

      “Saat ini tidak ada bukti yang ilmiah mengenai mengapa seseorang memilih untuk menjadi gay. Karena kebanyakan dari gay itu sendiri diasuh oleh orangtua yang memiliki orientasi seks hetero. Bahkan sedikit sekali anak yang berorientasi homo dari kedua orangtua gay”, American Psychological Association, American Psychiatric Association, dan National Association of Social Workers, 2006.

      Kesimpulan: nah, yang orang tuanya hetero, anaknya bisa menjadi homoseksual. yang orang tua asuhnya adalah pasangan homoseksual, anaknya belum tentu akan menjadi homoseksual pula, malahan banyak yang anaknya tetap menjadi heteroseksual! Sekali lagi, homoseksual bukan sesuatu yang bersifat menular! kenapa masih disebut penyakit? ya, memang ada penyakit yang tidak menular… tapi bukti bahwa banyak individu homoseksual memiliki prestasi besar dan tetap hidup normal di tengah masyarakat, menjadi penegas bahwa homoseksual memang bukan penyakit. seorang homoseksual tetap bisa hidup sehat dan berprestasi gemilang. Jika itu sifatnya penyakit atau patologis, tentunya ada sesuatu yang bersifat degradasi bukan? tapi kenyataannya tidak.

      Kutipan lagi:

      “Berdasarkan analisis psikologi dan spekulasi psikologi, tidak ada bukti yang ilmiah mengenai pola asuh orangtua maupun pengalaman semasa kecil ke arah orientasi seksual seseorang, dan menjadi homoseksual bukanlah suatu pilihan”, Royal College of Psychiatrists, 2007.

      Ya, homoseksual bukan pilihan. Kenapa seseorang memilih untuk ditindas dan dicaci oleh masyarakat, memilih untuk ditolak keluarganya? Tidak logis bukan? Kalau benar bisa memilih, tentu semua orang akan memilih sebagai heteroseksual dan terhindar dari tindasan sosial. Tapi kenyataannya kondisi homoseksual sudah terbentuk tanpa bisa direncanakan dalam diri seseorang, maka yang menjadi pilihan adalah: menyangkal, atau menerimanya? denial or accepting? itu hak tiap individu, di situlah pilihan hidup yang harus mereka rencanakan dengan segala konsekuensi masing-masing. Tapi yang pasti, kalaupun menerima diri sebagai homoseksual, maka itu juga bukan penyakit. Ilmu kedokteran sejak tahun 1960-an sudah berhenti menyebut homoseksual sebagai penyakit.

      Terima kasih untuk komentarnya.

       
  23. yani

    22 Desember 2011 at 03:30

    yup. i am with you. absolutely, brief explanation..

    Saya setuju bahwa ekspresi gen dipengaruhi oleh lingkungan. hal yang sama juga terjadi di tanaman (karena, saya peneliti di bid. genetika tanaman). Semua laki2 memiliki kecenderungan berpindah orientasi seksualnya. ini karena kromosom XY yang dmiliki oleh laki2. untuk Kromosom laki2 dan perempuan berbeda. laki2 XY dan utk perempuan XX, itulah sebabnya laki2 cenderung “lbh mudah” untuk bergeser ke kromosom X dari pada stabil di kromosom Y. karena, kromosom X lebih dominan dari pada kromosom Y. FYI, saya bukan ahli di bidang genetika manusia. maka, saya tidak akan berpanjang lebar di bagian ini. saya rasa, anda punya citasi publikasi ilmiah yang jauh lebih akurat dibanding saya.

    Jika lingkungan dia tidak mendukung untuk berkembangnya pergeseran , maka dia akan tetap pada jalur treknya. begitu juga sebaliknya. ini mendukung pernyataan saudara bahwa homoseksualitas memang BUKAN PENYAKIT tapi menurut saya dia adalah MENULAR. Overall, saya tidak memusuhi kaum transgender/lesbi/homo karena itu adalah pilihan mereka. Hanya pendirian saya tetap 1. yaitu: disorientasi seksual itu bisa dikembalikan ke jalur awalnya.

    Talenta anda juga luar biasa dalam penulisan dan gaya tutur yang outstanding. saya rasa, anda bisa menulis sesuatu yang lebih “berisi”. pada beberapa bagian juga terlihat menonjolkan sisi pornografi. tapi, saya berpikir. barangkali, penulis ingin memberikan bumbu agar lebih berasa. saya tunggu karya2 anda yang lain yang lebih nendang dari cerpen ini.

    No offense for my comments. really, don’t take it personal 🙂

    Terus menulis

     
    • noelapple

      22 Desember 2011 at 03:31

      Saya justru tidak terlalu faham dengan teori kromosom, dan untuk itu saya berterima kasih sekali atas penjelasan anda. Tapi untuk fase hormonal, yang pernah saya baca adalah kadar serotonin yang dapat mempengaruhi orientasi seksual seseorang. Padahal asupan serotonin ini sudah dimulai sejak masa kandungan. Ini yang menjadi salah satu faktor pengaruh bawaan, dimana merupakan sesuatu yang tak bisa direncanakan oleh individu tersebut. Jadi bagaimana merubah kondisi bawaan seperti ini?

      Kalau bukan penyakit, tapi tetap anda sebut menular, maka apa definisi yang bisa anda berikan? Bukan penyakit tetapi menular? Maka saya rasa sifat menular di sini belum tentu negatif bukan? Dan setidaknya anda juga setuju bahwa peranan lingkungan itu sendiri sebenarnya tetap tergantung kondisi internal individu yaitu faktor genetis atau biologisnya. Jadi misalkan secara hormonal seseorang punya sifat normal, maka pengaruh homoseksual yang berasal dari lingkungan tentu tidak akan mudah berefek padanya. Ini terbukti dari hasil penelitian bahwa anak-anak yang diasuh oleh pasangan homoseksual tetap menjadi anak-anak yang tumbuh sebagai heteroseksual, inilah bukti bahwa faktor lingkungan tidak mendeterminasi secara tunggal. Ketika kondisi biologis internal seseorang itu tidak condong pada homoseksual, maka pengaruh lingkungan tak akan bisa mempengaruhinya untuk menjadi homoseksual. Malah ketika seorang laki-laki punya sifat hetero tulen, justru bisa muak ketika menemui pengaruh homoseksual dari orang lain. Itu kesimpulan saya.

      Nah, maka yang saya cermati adalah faktor internal dari individu itu sendiri, sebagai faktor yang lebih berperan besar. Saya rasa ada bukti dari hal ini, yaitu ketika gay dengan suatu alasan memilih menikahi perempuan dan berkeluarga (dan kasus ini sangat banyak), ternyata banyak pula yang akhirnya mempraktekkan biseksual. Jadi ketika seorang gay katakanlah dengan alasan ingin ‘sembuh’ kemudian menikahi perempuan, kenyataannya justru banyak yang masih terjebak pada relasi homoseksual meskipun sudah beristri. Kenapa? Bukankah ketika dia menikahi perempuan seharusnya pengaruh kehidupan heteroseksual telah mengambil alih orientasinya seksualnya? Tapi kenapa mereka masih melakukan juga dengan sesama jenis, dan biasanya secara sembunyi-sembunyi? Fenomena seperti ini membuat saya berpikir, bahwa itulah sifat naluriah yang telah dibawa! Sifat naluriah homoseksual itu menjadi laten, yang bisa terpicu kembali kapan saja. Meskipun rantai lingkungan homoseksual telah berusaha diputuskan, tapi karena faktor dari dalam diri individu itu sendiri maka aktivitas homoseksual pada akhirnya kambuh lagi. Bukankah ini lebih ironis? Dan lebih merugikan, terlebih untuk anak-anak mereka? Maka saya berpikir lebih jauh, bahwa mengembalikan orientasi homoseksual ke trek heteroseksual mungkin terdengar mulia, tapi sesungguhnya tidak semudah mengatakannya dan justru cenderung sangat gegabah.

      Saya pribadi bersikap terbuka terhadap pilihan seseorang. Termasuk ketika teman saya yang seorang gay memilih untuk menikahi perempuan, dengan alasan dia rindu memiliki keturunan. Saya sangat menghormati pilihannya karena saya tahu, meskipun seorang gay tidak bisa mencintai perempuan tetapi gay bisa memiliki jiwa seorang ayah. Karenanya prinsip yang saya selalu sampaikan, ketika seorang gay memilih untuk menikahi perempuan maka dia harus konsekuen dan konsisten! Jangan mendua, karena itu merugikan dirinya sendiri, istrinya, dan terlebih anaknya! Dan oleh karena ini begitu dilematis, saya tak berhenti berharap pihak masyarakat bisa membuka cara pandang mereka: bahwa orientasi seksual adalah hak asasi manusia! Kenyataannya banyak juga gay yang memilih menikah dengan perempuan semata-mata karena tekanan norma masyarakat, tekanan keluarga. Itu yang membuat saya prihatin. Itu tak pernah menjadi sesuatu yang mudah, seharusnya tak boleh ada seorangpun memaksa dan dipaksa.

      Sikap anda yang tidak memusuhi kaum LGBT, saya sangat hargai. Tapi saya juga ingin sampaikan: semoga anda juga tak akan pernah memaksakan sebuah pilihan kepada orang lain. Ketika seorang gay ingin menjadi heteroseksual, biarlah itu karena keinginan terdalamnya, karena rindu memiliki keturunan, dan rindu membahagiakan keluarga. Asal jangan karena dipaksa oleh orang lain! Begitulah seharusnya kita saling menghormati bukan?

      Tujuan saya menulis cerita ini cuma untuk menghibur orang lain dalam perspektif kehidupan yang saya sendiri mengenalnya. Saya tentu tak akan bisa menulis tentang dunia pendidikan di pulau pelosok seperti tetralogi-nya Andrea Hirata, karena pengalaman saya berbeda dengannya. Saya juga tak bisa menulis seperti tetralogi-nya Pramudya Ananta Toer, juga karena pengalaman saya berbeda dengannya. Pengalaman saya adalah kehidupan gay, dengan polemiknya yang saya kemas secara ringan karena tujuan saya adalah menghibur dan memberi semangat. Itu saja. Kurang lebihnya, saya selalu menghormati hak dan selera pembaca untuk menilai. Kalaupun ada yang sedikit porno, itu karena saya melihat realitas-nya saja. Bahwa itu sudah tidak asing di dunia remaja di era internet ini, setiap anak bisa dewasa sebelum waktunya. Saya mengajak pembaca untuk menertawakannya, atau sekedar tersenyum, bahwa itu adalah bagian dari realitas… soal apakah tindakan seperti itu benar atau salah, biar pembaca saja yang menentukan.

      Terima kasih untuk komentar anda.🙂

       
      • Joy

        22 Desember 2011 at 12:01

        Mau tanya. Komentar penulis tentang seorang biseksual bagaimana?
        Terima kasih.🙂

         
      • noelapple

        23 Desember 2011 at 01:12

        Ini sangat sensitif.🙂

        Aku mencoba menilai dari sebab-akibatnya. Ketika seseorang menjadi biseksual, sebaiknya bertanya kepada diri sendiri:

        Apakah dengan menjalani orientasi ganda itu ada pihak lain yang dirugikan? Suami, istri, anak, pacar?

        Kalau memang tidak ada yang dirugikan, berarti ya fine fine aja kan? Sebenarnya ini berlaku dalam hal apapun, termasuk dalam relasi heteroseksual sekalipun, kalau relasi itu merugikan suatu pihak secara tidak adil berarti itu bukan tindakan yang tepat bukan? Dan sayangnya, sorry to say, biseksual cenderung akan bersikap tidak adil ke masing-masing pihak. Kecuali ada seorang istri yang ikhlas suaminya menjalin hubungan dengan sesama laki-laki, atau seorang anak ikhlas ayahnya berpaling dari ibunya dan menjalin hubungan dengan sesama laki-laki. Inilah yang aku selalu menganggapnya sangat dilematis, aku tak bermaksud menghakimi, tapi dengan melihat sebab-akibat itu maka apakah sikap itu benar-benar bisa dipakai untuk mencapai kebahagiaan dalam sebuah relasi?

        Jawabannya, biarlah menjadi keputusan individu yang menjalani.🙂

         
      • yani

        22 Desember 2011 at 14:48

        Ok, i see….. klo memang crita ini inspirasi dari pengalaman anda. saya baru ngeeh..
        Sekali lagi, tidak banyak orang bisa menulis apa yang dia rasakan dengan cemerlang. tapi, anda melakukannya. great!!!

        Manusia itu mahluk dinamis. saya tunggu anda untuk membuat gebrakan yang tidak sekedar “memberi semangat” untuk kaum anda/kaum LGBT dan saya yakin anda mampu menjawab tantangan saya.

        Maaf, karena komentar saya “berbeda” dengan komentar pembaca yang lainnya. akan sangat baik jika kita mendapatkan rasa segar didalam rasa manis. rasa segar itu adalah perpaduan antara manis dan asam. semoga anda tidak keberatan dengan rasa asam ini. Bravo!!

        Salam

         
      • noelapple

        23 Desember 2011 at 00:39

        ‘Berbeda’ itu sudah menjadi bagian realitas hidup kok. Termasuk ketika saya memilih untuk menjalani yang ‘berbeda’ dibanding orang-orang pada umumnya.🙂 Jadi sah-sah saja selama berada di jalur saling menghargai hak masing-masing.

        Ya, itulah ‘apel’. Ada manisnya, ada asamnya, dan ada sepetnya, dan kita semua setuju untuk menyebutnya enak.🙂 Semoga segala perbedaan dalam semangat toleransi, juga akan menghasilkan ‘buah’ yang sama.

        Terima kasih, dan salam.🙂

         
  24. lintang

    22 Desember 2011 at 12:22

    mas noel,
    1. Sbg gay,mas noel udah show off k keluarga,teman2,masyarakat? Trus apa reaksi mereka.
    2. Ttg novel yg mengangkat tema gay memang sulit diajukan k penerbit,tp bukan brarti novel tema ini gak ada kan.artinya pasti bisa lah mas. Dcetak aja,hoho256x
    3. Begitu jg filmx,belakangan ada film arisan2 yg berisi crta gay.toh msh bsa dterima kok.wlw bukan tema utama. Pemeranxpun aktor2 gaek dn adapula yg senior yg notabene bukan gay tp mereka memerankan dgn bgus.
    4. Mas noel agnostic toh, trus d KTP agama apa?? Bgaimana ttg pngalaman ato kbtuhan batin layaknya umat yg pny agama?
    5. Mungkin buat tmn2 d wilayah WIB mas noel tepat janji ttg tgl update.tp gmna dgn aq dn tmn2 lain yg brada dwlyah WITA dn WIT.gak begitu adil.
    6. Kali aja djwb.
    Makasih mas…

     
    • noelapple

      23 Desember 2011 at 01:00

      1. Show off? Coming out maksudnya? Udah. Orang-orang yang penting dlm hidupku udah tahu. And they are fine with me.
      2. Sedang dipertimbangkan.
      3. Yup. Tapi itu karena yg jadi produser sekaligus sutradaranya mmg konsen dgn dunia LGBT dan feminism. Intinya, mereka membiayai sendiri.
      4. Kristen. Mau aku tulis agnostik petugasnya bisa bingung. Kebutuhan batin itu biar urusanku sama Tuhan sendiri, kalo aku omongkan nanti bisa bikin yang lain jadi nggak nyaman.
      5. Paling cuma beda 1 – 2 jam, nggak sampai 24 jam kan?
      6. Sudah dijawab.

      Terima kasih kembali.🙂

       
  25. Silent Reader

    22 Desember 2011 at 18:23

    Mz,klo bleh mnta lebih.
    Tlong dong buat selingan nungguin CRA post crita2 yg lain donk… Hehe… Ngarep.com
    Biar qt2 pra pmbaca sering ngunjungin blog Mas Noel…
    Slam knal….
    Silent Reader…😉

     
    • noelapple

      23 Desember 2011 at 00:31

      Masalahnya menulis cerita itu nggak bisa sehari jadi. Dan lagipula waktuku juga penting untuk bekerja dan untuk urusan yang lainnya. Kalau ada cerita lainnya pasti akan dipost, tapi tidak mudah untuk membuatnya.

       
      • Silent Reader

        23 Desember 2011 at 10:35

        Tp karya2 dlu yg mz noel muat dlm blog lain kan jd udh ad n tinggal dpost kan???
        Hehe…
        #ateng mode on….

         
  26. Android

    22 Desember 2011 at 18:50

    untuk Ka Noel
    cerita CRA nya bagus,apalagi ketika bagian Debat nya Anita.
    tapi,ada yang ingin saya tanyakan
    apakah ka Noel pernah merenungkan keadaan ka Noel,dalam segi agama,dan dalam segi Hak kakak dalam menjalani hidup?dan pilihan apa yang kakak ambil ketika kakak merenungkan itu?
    (maaf sebelum nya ka,saya juga kristen)

     
    • noelapple

      23 Desember 2011 at 00:28

      Sudah jelas, aku memilih menerima keadaanku sebagai gay.🙂

       
      • Android

        23 Desember 2011 at 08:10

        apa alasan yang bisa kakak pertahankan ketika memilih pilihan itu?

         
      • noelapple

        25 Desember 2011 at 00:36

        Apa alasan yang akan kamu pakai untuk menolaknya?

         
  27. purgantoro

    23 Desember 2011 at 01:55

    salam kenal mas noel kalau boleh tau sebelum ini mas pernah buat novel juga tidak atau ini yang pertama kalau sebelumny apernah buat novel kaya gini judulnya apa mas saya tertarik juga untuk membacanya.

    dan kenapa mas noel tidak mencoba untuk mencetak ni novel, ceritanya bagus dan berboboy penuh makna, dan yang penting antara karakter yang jahat dan baiknya seimbang tidak ada perbedaan yang jauh. jadi seru mereka saling serang.

     
  28. mokondo

    23 Desember 2011 at 20:33

    mas noel, teman saya (straight) bilang . . .
    kalo, menjadi gay itu pilihan.dan saya bilang ke dia saya terlahir gay, tidak tertarik dengan perempaun sejak kecil.
    dia, bilang lagi ke saya, tetap menjadi gay itu pilihan, karena kamu memutuskan untuk menjalani hidupmu sebagai gay !!!
    saya, cuma bisa diam dalam hati mikir, apa orang straight menjalani hidup selayaknya seorang straight jg sebuah pilihan ?
    hmm, gimana pendapat mas noel ?

     
    • noelapple

      25 Desember 2011 at 00:26

      Orang berdialog yang sehat itu kan harus ada logika dan argumen-nya. Temanmu itu ngotot ‘gay itu pilihan’ dia punya dasar apa enggak? Ditanya aja. Tapi kita memang harus siap dengan itu, karena perbedaan pendapat itu kan ada di mana-mana tho? Asal memakai logika yang jelas, tidak saling hujat dan tidak menjurus untuk menghakimi secara sepihak, maka yang namanya diskusi itu tetap akan mencerdaskan.

      Soal pendapatku kamu baca aja diskusiku sama Yani di atas.🙂

       
  29. mokondo

    25 Desember 2011 at 15:48

    SELAMAT NATAL MAS NOEL ! ! !

    saya uda baca, diskusi mas noel dan mba yani, dan
    saya jg uda bisa menerima ke”gay”an saya tanpa perlu mempersalahkannya lagi,
    tapi tidak dengan lingkungan saya !!
    hmm ..
    *mau, curhat disini tp takut pembaca yg lain terganggu !!!
    TAU AH !!!
    mencoba menjalani hidup sebaik yang saya bisa.. buat saya dan lingkungan saya dan tidak menggangu kehidupan orang lain !!

     
  30. rio kurniawan

    26 Desember 2011 at 18:35

    Mas mau tanya… cara dapetin password bwt kantong 38 gmn? boleh minta email mas g? mungkin kita bs diskusi…

     
  31. aryo cool

    26 Desember 2011 at 21:35

    met Natal mas noel….
    Sukses berat bwt CRA…..

     
  32. rheydrew9090

    26 Desember 2011 at 23:21

    kak noel,… kantong 38 d proteksi boleh2 aja, tp tujuan kk buat cerita kan buat d baca org laen, trus kk bwt blog ini buat d kunjungi orang lain juga kan so buat apa d protek,…. Itu sih cuma saran ajja,… Mau d terima atau kagak itu tersrah kk ajja,
    Cerita nya bagus slalu buat pnasaran, jd terus lah berkarya manfaat kan bakat kk sbaex2nya,
    Maaf slama ini gk pernah comment cos takut salah kata sech, so aq cm baca ajja ni cerita n menarik bgt,.
    Tq…

     
  33. ariefkoerniawan

    27 Desember 2011 at 00:24

    Sebenarnya permasalahan yang dialami dimas sama kaya aku cuma dimas kecepetan dapet masalahnya baru 1 thn kurang dah bertubi”… masa sekolah lg!!
    kalo beneran aku yang dapet Waahhhhhh… gag kuat dagh.. tapi dalam cerita ini aku salut ma dimas yang sudah mengambil pilihan bahwa dirinya gay dan di tetap menjadi dirinya… Ckckckck.. saluuut… apa mas noel jg begitu???
    kalo iya salut aku mas kalah aku…

     
  34. noelapple

    27 Desember 2011 at 00:37

    Maafkan atas kenakalanku kali ini. Aku telah menjahili kalian dengan memprotek Kantong 38. Kenapa aku jadi nakal gini?

    Yahh… Terus terang memang sering bete sih, aku sudah bikin jadwal posting yang tanggalnya jelas, tapi masih ada aja yang suka mengeluh. Kemalaman lah, suruh langsung tamat aja lah… Padahal aku memang lagi sibuk2nya, sama kerjaan, sama acara-acara menjelang akhir tahun. Dan aku selalu pilih posting malam, terus terang memang cari happy hour. Kalau siang mahal, kalau mau cari yang murah harus jauh-jauh jalannya…

    Dan kagetnya (nggak terlalu kaget juga sih), masih ada yang bilang kalau aku nggak mau ceritaku dibaca, nggak mau blog-ku dikunjungi… Ya ampun, masa aku nggak mau ceritaku dibaca sih? Masa aku nggak mau blog-ku dikunjungi sih? Memangnya apa yang aku lakukan selama ini dengan CRA 31 Keranjang dan 37 Kantong? Bisa dibaca semua kan???

    Aku hanya usil. Aku hanya nakal. Karena hari-hari begitu membosankan. Dan yang penting, sekarang Kantong 38 bisa dibaca kan? Dan juga tidak melewati tanggal yang ditentukan kan??? Aku masih menepati janjiku. Jadi kenapa sih masih ada aja yang kecewa soal teknis? Aku juga boleh cari fun sedikit lah lewat blog ini…

    Dan memang ada pelajaran yang berharga juga sih buat aku. Dengan ulah nakal ini, akhirnya aku berhasil membuat para silent reader keluar…! Hehehe… Terus terang, jumlah komentar yang masuk sejak aku rilis Kantong 38 yang diprotek, mencapai 90 komentar lebih! Dan banyak di antaranya mengaku bahwa selama ini menjadi silent reader. Yahhh, 99% dari komentar-komentar itu memang intinya minta kata sandi untuk Kantong 38. Karenanya, mohon maaf yaa… aku terpaksa menghapusnya semua. Karena inti komentarnya sama semua, dan aku sebenarnya juga faham itu. Terima kasih untuk antusiasme kalian.🙂

    Btw, sebenarnya aku juga bukan yang pertama kalinya melakukan proteksi seperti ini. Dulu juga pernah kok, tapi disertai kuis. Kali ini memang beda motifnya. Tapi apapun itu, aku tetap minta maaf ya kalau sudah membuat kalian kesusahan…

    Akhirnya, aku tetap berterima kasih untuk kesetiaan kalian. Selamat membaca.😉

     
  35. sasadara

    27 Desember 2011 at 00:53

    huuuwwwaaaaaaaaagggrrhhhh….!!!!!!!!! parah dah bg noel… karakter si kembarnya keluar… usil…@@.. but thanks,, hahha

     
  36. herdana

    27 Desember 2011 at 00:57

    hahahahhaha perasaan ku benar ya,, memang kalo dari awal aku baca jadwal posting,,dan jam-jam postingan,,semua nya ditepati.. nah semakin mencoba kata sandi semakin heran akunya.. teryata eeehh ternyata,, keheranan ku dan jawabannya klop..hehehe gpp kok usil sedikit,,asal masih bisa dimasukin ke akal,,hehehe mana ada sih yg mau para pembaca ilang felling gara2 kecewa janji penulis g di tepati… kalo aku,mau panjang atau pendek cerita,,asal ada janji mau posting jam brapa dan di tepati itu lebih berarti bagiku,,,^^.. o iya.. ada sedikit pertanyaan nih.. sekilas setelah membaca adegan dimas dan sang ayah,,, terpikir sama aku kalo hal ini sepertinya engga murni kejadian fiksi saja,, ada semacam sebuah kejadian fakta yang dimasukan ..apa ini yg dulu penulis rasakan ketika coming out ke keluarga tercinta?? soalnya menurutku ada semcam perasaan dari sang penulis yg mengalir ke dalam sisi diri si dimas,, ada semacam ..ini looooowww yang aku rasain dulu waktu bilang ke orang tuaku!! aku ngrasa gitu jeeee,,hehehe tp siapa yg tahu juga selain km sang penulisnya,, MAAF yaaa ,,kalo terlalu dalem pertanyaan ku.. mungkin karena ada hasrat untuk belajar setelah membaca CRA.. belajar membaca kepinteran kamu hehhe ,,maaf kalo boleh tahu,,umur sang penulis berapa ya??? jangan sungkan yaa,, umur tak menunjukkan kedewasaan dan kepintaran seseorang…sekali lagi mohon maaf dan terimakasih atas semua nyaaaa ^^ salam dan salam budaya ^^ !

     
    • noelapple

      27 Desember 2011 at 01:04

      umurku sekarang 30 thn. coming out ke teman-teman umur 25. coming out ke keluarga umur 28. syukurlah, sejauh ini aku merasa diterima oleh mereka. dan semoga itu tetap akan bertahan sampai kelak.

      dialog antara Dimas dengan ayahnya, adalah blending antara feel yang pernah kurasakan ketika coming out, dengan imajinasi tentang alam kebijaksanaan dalam diri seorang orang tua. maka jadilah dialog itu, bahwa meskipun seringkali banyak orang tua menolak anaknya yang gay… tapi di suatu tempat, juga ada para orang tua yang bisa menerimanya.🙂

       
  37. ariefkoerniawan

    27 Desember 2011 at 01:22

    Gag nyangka mas noel orangnya sulit di tebak… Bikin orang penasaran..Seperti karakter.a cerita CRA… Bravo mas Noel…
    kalo boleh nanya mas… Mas noel pengen gag punya keluarga sendiri? punya pasangan hidup, punya anak, saling setia, dan akur sampai akhir nutup mata?

     
    • noelapple

      27 Desember 2011 at 02:08

      cowok sama cowok, sudah jadi konsekuensi alam bahwa nggak mungkin punya keturunan secara biologis. jadi gay ya harus siap dengan kondisi itu.

       
  38. herdana

    27 Desember 2011 at 01:45

    heheh makasih respon dan jawaban dari pertanyaanku tadi diatas,, dilihat dari jawaban bang noel sih sepertinya sudah agak paham sayanya dengan diri bang noel,,( hehe maaf,mungkin terkesan lancang).maksudnya saya ,,saya mempelajari bagaimanakah CRA dibuat dengan sedikit informasi dari pribadi sang penulis.mungkin dengan cuma tahu umur dan sedkit sejarah abang,,sekiranya saya bisa ikut merasakan bagaimana perasaan2 abang ketika menulis cerita nya,, hehehe maaf yaaaa terlalu lebay… aku cuma sama dengan penggemar2 yang lain kok bang,, mungkin sedikit antusias untuk mencari tahu siapa tow yang nulis cerita sebagus ini??/ heheh cuma itu aja.. moga2 aja engga berakhir sampai di cerita dimas ini ya bang..semoga ada cerita2 yang lain,, semoga lancar kerjaannya,, sehat selalu, dilindungi Tuhan ,,dan selalu di cintai keluarga ,teman , dan penggemar karya abang ,,dan penggemar abang juga ^^.. salam budaya ^^

     
  39. aryo cool

    27 Desember 2011 at 14:05

    mas noel…sy punya usul…
    Gmn kalo mas noel adain jumpa penggemar CRA..
    Caz sy sbgi pembaca CRA sangat ingin skali ktmu mas noel,,,,untk sharing ttg hal2 yg spti yg dialami dimas ini,..
    Tolong mas noel pertimbangkan…
    Trimakash perhatianya,,,,

     
  40. Arief

    27 Desember 2011 at 22:35

    Waah.. Mas noel sudah siap dgan konsekuensi.a.. Cok.. Cocok.. Aq sndiri msh bingung.. Antara bisa terima atw nggak.. Aku suka sama cwok tp jg suka ma anak kecil pengen jg bertanggung jawab ngurusin anak cari rizki susah payah mbelain anak, tp gag bkal bisa ya.. Hahaha.. Tp kata” mas betul.. Ada sebab ada akibat.. Konsikuensi.. Fuih..Terus terang mas noel aq masih bingung..

     
  41. love naru

    28 Desember 2011 at 12:33

    mas noel. bisakah beri saya pencerahan. saya perempuan, tapi entah kenapa saya suka baca cerita kaya gini… sebagian hati tidak setuju karena bertentangan dengan aturan agama yang saya yakini.. tapi sebagian hati merasa bahwa ini merupakan hak pribadi yang sah saja selama mereka tahu konsekuensinya..

     
    • noelapple

      29 Desember 2011 at 12:51

      Aku tidak tahu secara pasti, kenapa ada perempuan (banyak) yang suka dengan hubungan antar laki-laki (baik scr literatur ataupun kehidupan nyata). Mungkin sebenarnya itu menunjukkan betapa perempuan tsb sangat memuja dunia laki-laki, sampai-sampai pada limit yg sangat jauh dia bisa ‘menikmati’ hubungan yang terjalin antara sesama laki-laki. Tapi aku pernah bertanya pada salah satu temanku yang juga seperti itu, “kalau nanti cowokmu selingkuh dengan sesama cowok, kamu mau nggak?” Dan… ternyata dia bilang, “Nggak lah!”

      Well, kontradiktif sekali. Dan aku cuma bisa tertawa.

      Aku sebenarnya masih tak habis pikir, kenapa bisa seperti itu. Kalau dari sudut pandangku sendiri sih, ketika dua orang gay saling mencintai, sebenarnya itu urusan hati mereka, urusan pribadi mereka. Mereka melakukannya BUKAN agar ada orang lain (apalagi perempuan) menjadi terobsesi dengan hubungan mereka itu, bukan untuk bikin kehebohan, bukan untuk jadi sorotan, karena faktanya hidup sebagai homoseksual itu bukan hidup yang mudah! Jadi ketika anda bersimpati, cukuplah bersimpati dan kami tentu berterima kasih, tapi tak perlu menjadi terobsesi. Karena jika anda masih punya harapan untuk menikahi laki-laki, anda pasti tidak ingin suami anda kelak selingkuh dengan sesama laki-laki.
      🙂

       
  42. people

    30 Desember 2011 at 02:19

    to noelapple i just wanna ask you something, ben itu laki-laki atau perempuan? di CRA1 dia cewek tapi di CRA 2 dia cowok. ben itu namanya aslinya eka kan? tapi knp di CRA 2 kantong 36 kalimatnya begini “Berhubung di sini yang cewek cuma kamu, kamu aku kasih pertanyaan…!cetus Erik ke Misha” berarti ben itu cowok?? maaf klu aku sok tau tapi aku cman butuh penjelasan dari noelapple. thanks

     
    • noelapple

      30 Desember 2011 at 13:43

      Dia cowok sejak di CRA 1, tepatnya: dia cowok sejak lahir! kok bisa bilang di CRA 1 Ben itu cewek…??? Buktinya mana? Apa aku salah ketik???😮

       
  43. Aldio

    30 Desember 2011 at 13:00

    kaka noel, mau nanya, hari ini, komputer saya yg rusak, atau emang hari ini CRA 2 pake proteksi ya?
    kemaren masih bisa kok, ah gimana nih, kak noel, tolongin dong jangan di proteksi please..😦 belum baca sampe habis cerita CRA 2 nya, baru sampe kantong 31 huhuhu😥

     
  44. Gravaldi

    30 Desember 2011 at 13:32

    oh ya kak noel, minta clue nya kek, kalo masih di proteksi, jujur aku paling bloon kalo main teka teki. tapi demi CRA 2 kantong 32,
    uhuhu IM READY !!

     
  45. noelapple

    30 Desember 2011 at 14:30

    Untuk saat ini, semua Kantong tentang CRA 2 ditarik untuk sementara waktu. Nanti setelah terbitnya kantong terakhir akan dibuka kembali. Terima kasih…🙂

     
  46. gravaldi

    30 Desember 2011 at 15:15

    hihi🙂 di bales ternyata, cinta si dimas kan belum jelas, kalo cinta kak noel sendiri jelas gak ? hehe maaf aga lancang, tapi penasaran .😀

     
  47. afriyadi94

    30 Desember 2011 at 21:37

    Hmm, aku pengin rangkum cra dalam bentuk doc (ms word) buat koleksi pribadi, supaya kalau baca ga perlu buka inet, boleh kah?
    kalau tidak boleh juga tidak apa2 si🙂

    aku sangat suka cerita cra, penggunaan kata2nya mudah di pahami, bahasanya sederhana, dan banyak ilmu yang bisa di dapat.
    aku baru aja tahu situs ini, ceritanya juga, tapi udah selese baca semua cerita yang ada O.O dan udah ga sabar pengin tahu kelanjutannya.
    cepet update yah? hahahha

    oh ya, kalau cra 2 selese, mau ada cra 3 apa ga?
    moga aja ada, lanjut terus pantang mundur, heheheh
    ceritanya bagus🙂

     
  48. nafta lannoz anthrasena

    1 Januari 2012 at 01:40

    huaaaaaa asik bgt baca cerita CRA,, knp gak dibikin novel aja gan.. Pasti keren tuh.. :3

    hohohoho.. Ga kebanyang rahasia kecil bisa berakibat besar..

     
  49. Arato Hisamitsu

    1 Januari 2012 at 06:46

    membaca komen2 diatas dan jawaban mas noel.. salut!!
    jadi pengen kenal lebih jauh #hihi

    BTW, ditunggu karya-karya emas mas noel yang lain, yang nggak kalah berkesan dengan CRA..🙂

    *keep writing! ^^

     
  50. Lalafo

    1 Januari 2012 at 14:15

    Kak noel kok kantong 37nya di protek sih? Kapan dibuka lagiiii?😦

     
  51. Arief

    1 Januari 2012 at 20:03

    Aku hanya ingin seperti mas noel, dimas, ben dan lain.a yg begitu bebas dan yakin dalam menjalani kehidupan.a apapun itu.. Mempunyai kekuatan dan spirit.. Aq suka karya.a dan aq suka penulis.a go.. And go.. Give love to worlds..

     
  52. clirnz

    2 Januari 2012 at 20:18

    Sorry mo numpang nanya donk… Selain CRA ini bisa rekomen gak cerita2 gay lainnya yang aman dibaca dan bebas seks?

    Makasih…

     
    • FreakyBoy13

      3 Januari 2012 at 13:44

      Dibawah Langit Bali.

       
  53. Canon in D(eq)

    3 Januari 2012 at 11:03

    Dear Bang Noel *lambai tangan* *dijitak* Salut buat ceritanya, ntah kenapa jadi ga berselera baca cerita bertema gay yang lain, pas CRA 2 tamat😦

    Oh iya, dari CRA 1 sampae tamat, ga sekalipun disinggung agama, meski cuma nyinggungnya dikit sih, bagus bagus.

    Oiya, dlm imajinasiku, Dimas lebih cocok jadian sama BEN😦 Menurut imajinasiku sih, Dimas & Fandy punya sisi feminin, ntah kenapa.

    Trus, dalem imajinasiku itu, Fandy diibaratkan Keiichi Shimizu di anime La Corda, bishounen lah, cocok jadi uke (?) *plak*

    Trus Dimas juga ga suka berantem, jadi dlm imajinasiku, Dimas agak sissy gitu, tapi ga ekstrem, coz dia bisa main gitar😀

    Jadi pensaran sama Denis, jadian sama siapa dia? Sama Anita cocok gak?😀

     
    • FreakyBoy13

      3 Januari 2012 at 13:47

      Tidak!!! Jangan sampai Denis jadian sama Anita. Aku ga rela!
      Denis sama aku aja! #plak *digampar kak Noel* maksudku, Denis mending sama Misha.

       
  54. Canon in D(eq)

    3 Januari 2012 at 17:08

    Ga kepikiran kalo punya seme kaya Denis, diusilin mulu tiap hari. Tapi itu nunjukin kalo dia sayang sama kita, makin usil, makin sayang😀

     
  55. FreakyBoy58

    9 Januari 2012 at 14:20

    Kak Noel, kenapa PILGRIM nya ditarik juga? Kenapa? Kenapa?

     
  56. FreakyBoy58

    12 Januari 2012 at 13:00

    Kak Noel, kenapa semua cerita di blog ini ditarik? Kenapa kak?
    Katanya cuma CRA doang yang ditarik. Beri kami penjelasan!

     
    • noelapple

      13 Januari 2012 at 00:11

      Udah pada baca kan? Jadi nggak apa-apa dong kalau ditarik. Soalnya rencananya akan dibukukan juga.

       
  57. twilight

    12 Januari 2012 at 14:23

    kak noel, sekarang gi sibuk ya???
    coz gak rilis cerita lagi selepas CRA 2 selesai.
    kan jadi sepi blog ni.
    ditunggu ya kak cerita2 berikutnya…

     
    • noelapple

      13 Januari 2012 at 00:10

      sedang nulis cerita2 baru nih..

       
  58. FreakyBoy58

    13 Januari 2012 at 03:41

    Udah sih, tapi kan kalau lagi bosan biasanya aku baca ulang cerita-cerita kak Noel, kan lumayan ada bahan bacaan yang bagus.
    Makanya kak, cerita barunya cepet dipublish. Kami para pembaca sangat menantinya.
    Yang ditarik mau dibukukan juga? Wah… Kak Noel semakin eksis ya, baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. ^^

     
    • noelapple

      13 Januari 2012 at 12:11

      eksis itu kan tujuannya juga biar berkembang.🙂

       
  59. Facebook.com/dufeidejavudua

    16 Januari 2012 at 14:25

    Cra 1
    cra 2
    pilgrim
    hilang semua…
    Tinggal
    dalam kenangan
    yg tersisa

     
  60. aryo

    18 Januari 2012 at 09:45

    Top bngt comentnya Dica Pecinta Sunyi..
    Dng sutradara yg berkualitas sprti putu wijaya atau garin nugroho…
    Dng bintang film pndatang baru yg berkwalitas…
    Sy kira ini akan mnjadi film yg layak ikut di festifal film dunia sekalipun..
    Km bisa mas noel…! Km bisa…!

     
  61. ian_virgo

    1 Februari 2012 at 17:12

    iy dong,, bkin film aj,, pasti seru ….

     
  62. hima

    11 Februari 2012 at 19:38

    nemplok😀

     
  63. Android

    27 Februari 2012 at 22:32

    mas noel,ijin aku sadur ceritanya yang berjudul Cermin ya.

     
  64. herdana

    15 Maret 2012 at 01:16

    baca semua komentar2 diatas,,bikin senyum2 sendiri.. kula nuwun Mas Noel.. sejenak pengen mampir kesini ternyata masih tetep bikin kangen.. kenangan malem2 nungguin cerita yg mau di upload..hehehe..

     
  65. anton wie

    20 Oktober 2012 at 16:21

    Haii,,noel..mau tny nii..yg CRA yg kedua itu gag dibuat bukunya yaa??kalo ada aq mau beli nii,,soalnya aq uda bli yg CRA yg pertama,,

     
    • noelapple

      20 Oktober 2012 at 17:11

      CRA2 jg akan dibikin bukunya, tp naskahnya blm fix. masih hrs diedit sana sini. terima kasih.🙂

       
  66. Indra

    23 Oktober 2012 at 20:56

    Kak… Sory, mau nanya…
    Hmm… Aku kok ga bisa liat FB kakak ya?
    Bukannya mau berburuk sangka, tapi apa kakak nge-blok aku?
    Maaf ya kak… Makasih…

     
    • noelapple

      23 Oktober 2012 at 21:02

      masa sih aku ngeblok kamu? justru FB yg ngeblok aku. akunku disabled.

       
      • Indra

        24 Oktober 2012 at 18:23

        Fiuh…
        Kirain kakak nge-blok aku… Abis aku bingung, tumben kak noel ga update status udah lama. Biasanya berkicau mulu di FB. Pas aku cari FB kakak, kok ga ada… Aku cari page bikinan kakak, kok juga ilang…
        Aku jadi mikir yang nggak2, apa kakak ngeblok aku? aku bikin dosa apa ya sama kak noel?
        Hahahaha… Lega sekarang…

        Hmm… mungkin ada yang nge-‘laporin’ kakak k FB, entah dalam konteks apa, yang pasti suatu hal yang menyalahi ketentuan pemakaian FB… Makanya FB nge-blok kakak…

        Atau mungkin ada yang nge-hack FB kakak?

        Trus FB kakak bener2 ga bisa balik? Yah… Ga ada kicauan kakak lg dong di FB…
        Bikin yang baru kak, gimana?

         
      • noelapple

        24 Oktober 2012 at 19:46

        udah komplain ke FB tp gak dikasih alasan yg jelas. cuma dikasih link aturan2 yg bejibun, yg aku gak tau aku melanggar di point yg mana. jadi males bikin lagi. kehilangan banyak arsip penting di sana. gak bs diganti.

        follow twitter aja. meski cuap2nya nggak bs sebanyak di fb.😦

         
      • Indra

        28 Oktober 2012 at 10:43

        Yah…
        Hmm… Padahal banyak note kakak yang bagus2 disitu…
        Aku ga punya twitter kak… Males ngurusnya… Hehehe…
        Aku follow kakak disini aja deh😀

         
  67. ruru

    27 Oktober 2012 at 19:37

    Bang Noel, mo nanya donk. CRA 2 jadi diterbitin gak sih? Makasih.

     
    • noelapple

      28 Oktober 2012 at 11:27

      Jadi.

       
      • alfath

        28 Oktober 2012 at 17:04

        bang noel. gimana sih cara mesen bukuny.. nggak paham nih

         
  68. alfath

    28 Oktober 2012 at 21:02

    bang noel gimana sih cara mesen bukunya. pas udh klik linkny bingung harus gimana lagi

     
    • noelapple

      29 Oktober 2012 at 00:19

      log in dulu ke situsnya. kalo bkn member, bisa pesan via email: admin@nulisbuku.com jangan lupa sebut judul buku, sebaiknya jg sertakan link-nya. nanti akan diberi petunjuk selanjutnya via email.

       
  69. anto

    29 Oktober 2012 at 05:15

    kak noel.
    kalo boleh tau, pas kak noel coming out sama keluarga dan teman2, _apakah kak noel uda mandiri?
    _apa masih tinggal bersama keluarga atau _merantau ke luar kota dan hidup sendirian (ngekoz ato ngontrak gtu) ?

    jujur kak, aku masih bingung dg pilihan apa yg harus aku pilih! menerima atau menyangkalnya!!!
    jika aku menerima keadaan aku, aku belum siap.
    Kalo aku menyangkalnya, sama aja aku membohongi diriku sendiri !

    …sedikit brcrita ya kak.
    umur aku 19 tahun, (kristen katholik) brapa bulan lalu aku coming out ke temen aku, padahal belum lama aku kenal ma dia(skitar 3bulan). Gk tx knpa aku percaya ma dia. Terlalu ceroboh sih, mngkn krna perasaan suka aku ma dia! tapi dia fine2 aja kak, dia mw temenen ma aku, trima aku apa adanya.
    Dan yg aku takuti, bagaimana kalo dia mencritakn ke org lain? aku blum siap!!! blakangan ni bnyk tmen aku yg brpandangan sinis ke aku !! Jadi aku harus gimana? aku takut kak!! aku belum siap!!
    Sumpah,..aku pusing dg hidup aku!! bingung mesti ngapain !!!

     
    • noelapple

      29 Oktober 2012 at 23:54

      Mandiri dalam arti sudah berpenghasilan sendiri. Tinggalnya tetap satu rumah dengan keluarga besar.

      Kalau aku harus menilai, menurutku kamu terlalu buru2. Baru 19 tahun dan langsung open ke teman yg baru kenal 3 bulan. Tapi karena kamu udah telanjur, mau gak mau ya harus siap. Yang akan sangat berpengaruh dalam sikap org lain menilai kita, tidak lepas dr sikap kita sendiri. Kalau kita punya attitude baik, syukur2 prestasi hidup yg nyata, minimal org lain toleran terhadap kondisi kita meski tidak serta merta mereka membenarkan kita. At least mereka akan melihat sisi baik kita dan lebih mudah memaklumi sisi ‘lemah’ kita.

      Bingung mesti ngapain? Seks penting, tapi hidup bukan cuma untuk seks. Menemukan jatidiri perlu, tapi itu proses waktu ke waktu. Hidup tidak cuma berkutat untuk itu. Buka mata lebih lebar, temukan bahwa banyak yg bisa kita kerjakan dan tak harus stress berfokus pada satu masalah saja. Baru 19 tahun, pikirkanlah yg lbh prioritas utk masa depanmu.

       
      • anto

        30 Oktober 2012 at 23:25

        makasih kak atas masukkan nya.
        Aku akan berpikir matang2, apa yang harus ku pilih nantinya? untuk hidup ku di masa yang akan datang. Aku akan belajar dari kehidupanku yang sekarang, dan berharap agar aku bisa menemukan jalan yang benar untuk kedepannya… mungkin aku masih bisa keluar dari masalah ini, hanya menunggu waktu saja,
        bener gak kak? ckckckk 😀

         
  70. Moh Birbik Nur Ihsan

    30 Oktober 2012 at 16:19

    ei kak mau nanya donk saya pembaca newbie disini dan td baca heartbreak ricky 15 itu diproteksi y, pertanyaan saya bagaimana saya bisa membacanya, suer kak q bingung banget nieh…

     
    • noelapple

      30 Oktober 2012 at 22:37

      yg HBR 15 – 16 itu mmg masih disegel, soalnya masih akan ditinjau ulang sblm dibuka utk umum. blm fix. yg 17 – 19 juga on going.

       
  71. nicenixon

    30 Oktober 2012 at 21:22

    Salam kenal noel. Setelah membaca repon dan pertanyaan diatas saya merasa ada beberapa persamaan yang kita miliki. Misalnya saya pernah menjadi agnostic dan saya berlatarbelakangkan kristen. Tetapi sekarang saya lebih memilih deism. sebagai expresi spritualisme saya. Tapi saya masih mencintai tradisi2 atau ritual kekristenana, misalnya merayakan natal dan masihsuka juga dengan lagu2 gospel. Saya saat ini tinggal di bali. Bali lumayan menjadi tempat hiding out dan orang-orangnya lebih toleran Saya sebenarnya belum CO sepenuhnya, hanya terbatas kebeberapa orang saja. Mungkin tidak akan pernah melakukanya di depan keluarga karena konservatisme mereka. So saya memendamnya sendiri dan menjauh dari keluarga. Karena itu saya kagum dengan keluarga kamu yang bisa menerima kamu apa adanya.

     
    • noelapple

      30 Oktober 2012 at 22:53

      aku juga masih ke gereja dan mendengarkan gospel. aku juga mendengarkan Buddha, Dewa-dewa, dan nabi-nabi di luar Samawi.

      setiap orang punya fase hidup masing2. enjoy aja secara bertanggung jawab. konsekuen dgn hidup.🙂

      salam untuk Pulau Dewata.

       
      • nicenixon

        31 Oktober 2012 at 12:48

        Salam mu sudah sampai Noel..,saya setuju dengan kamu noel, kamu masih ke gereja dan belum meninggalkan agama kita sepenuhnya. Masih ada harapan kok untuk sebuah reformasi pemikiran terutama memandang LGBT sebagai bagian karya kasih Tuhan. Di malaysia dimana aku pernah tinggal beberapa waktu lamanya, ada seorang pendeta kristen gay yang akhirnya menikahi kekasih prianya. So masih ada kan titik terang buat kita. Mungkin bukan untuk generasi kita, tetapi harapan itu masih ada. Bagaimana dengan keseharianmu Noel?

         
      • noelapple

        1 November 2012 at 15:39

        tp agnostik bukan krn soal gay. ada isu2 yg lbh besar dr itu utk dikritisi dlm agama. kalo soal gay sih pendetaku jg udah welcome.

         
      • nicenixon

        2 November 2012 at 06:19

        Semua pendeta akan welcome sama gay noel…Kalau tidak mereka akan mengingkari sebuah kisah tentang anak yang hilang. Mereka akan tetap menganggap LGBT domba yang sesat, pendosa yang harus disadarkan. itu tugas mereka kan. Dan diatas segalanya mereka tidak mau kehilangan umat atau domba mereka. Tapi ada pengecualian dengan gereja liberal yang dalam teaching-nya atau konsep theologinya sudah mengalami revolusi. Mengenai angnostik, saya setuju ada banyak yang dikritisi, tapi bagi saya, penolakan terhadap LGBT adalah yang paling penting, karena menyangkut existensi saya. Saya bisa menerima keadaan atau ajaran yang lain sekalipun gak masuk akal dan berdamai dengan nya tapi selama ajaran tersebut mengingkari keberadaan saya,,adanya, my being, disitu situ saya akan melawan. .

         
      • noelapple

        4 November 2012 at 08:58

        tidak semua pendeta welcome thd gay. ada antipati, banyak malah. lalu ada yg toleran, dlm arti mereka menerima gay beribadah di gereja tp tetap dgn menekankan orientasi pertobatan krn scr imani atau mungkin dogmatis mereka tetap menganggap gay itu dosa. lalu ada yg welcome sepenuhnya, artinya tidak menilai gay sbg dosa. ada memang theologi yg begitu, yaitu theologi2 modern tp bkn sayap dr kharismatik. aliran kharismatik biasanya menentang. jd theologi atau dogmatika yg dimiliki tiap gereja atau pendeta bs berbeda-beda. aku realistis aja.

        mereka mau tetap mengklaim gay adl dosa ya biarin, itu hak mereka. tp aku siap berdiskusi jika mereka bertanya. krn aku sendiri agnostik bkn krn soal gay melulu. banyak hal. dan gay sendiri hanyalah satu aspek dr diriku, terlalu dangkal bagiku kalau religiositas hanya diukur dr keadaan diri sbg gay. diri pribadi bukan hanya soal gay atau bukan, lbh dari itu. menurutku.

         
  72. tyo ary

    31 Oktober 2012 at 16:54

    heartbreak ricky koq diprotexsi sih bang noel, kasih cluenya donk, please, hehe

     
  73. gusnik

    8 November 2012 at 21:26

    mas,,, noel kalau saya post cerita di blog mas noel boleh ga,, yah tentunya disaring dulu lah critanya,,, klo lolos sensor bisa diterbitin,, klo ga ya ndak usah,, mana mas noel.???cuma usul aja yah

     
    • noelapple

      8 November 2012 at 22:09

      maaf, untuk di blog ini tidak bisa. sudah komitmen dr adminnya. tp aku rekomendasikan blog algibrannayaka.wordpress.com yg sepertinya bisa menampung tulisan penulis lain. dan blognya qualified, bagus. link-nya juga ada di panel kanan bagian bawah, bagian ‘blog kawan’. selamat berkarya.🙂

       
  74. fujoshiakut

    13 November 2012 at 07:34

    An-no aku pendatang baru !
    Aku mau nanya kok aku mau baca cerita episode 15 dan seterusnya ada tulisan ” maaf tulisan ini dilindungi silahkan masukan kata sandi ”
    nah itu maksudnya apa???
    Pliz kasi tau!

     
  75. ipin

    13 November 2012 at 17:08

    nunggu..39..great..dialog..saat..canon..D..ke..F

     
  76. arry

    15 November 2012 at 16:56

    mas noel.., mau tanya., tanggal posting CRA2 kok desember semua ya ? Apa dulu pernah terbit tapi disembunyikan lagi ya..? Soalnya aku pengunjung baru di blognya mas noel.., baru 3 bulan jalan.

     
    • noelapple

      15 November 2012 at 17:33

      iya. CRA 2 sudah tamat setahun lalu. ini adalah rerun.

       
      • arry

        16 November 2012 at 07:11

        ok mas noel. Makasih atas infonya.
        Andai saja novelnya tersedia di toko buku (bukan online shop) , aku pasti beli mas noel, soalnya lebih mudah, seperti novel lelaki terindah atau the sweet sins. Maaf ya mas, bukan bermaksud untuk membandingkan, karena aku menemukan kesulitan kalau belanja lewat online shop.🙂

         
      • noelapple

        16 November 2012 at 09:38

        nggak apa-apa. tp kalau online shop di nulisbuku ada kelebihan yg tdk dimiliki toko buku manual. yaitu stoknya nggak bakal kehabisan. jd nggak perlu kuatir kalau nggak bisa cepat beli.

         
  77. nicenixon

    29 November 2012 at 07:51

    Noel, apakah account fb mu masih aktif.? Aku telah meng-add nya dengan nama seseorang yg mirip dengan nama tokoh kameo di CRA mu.

     
    • noelapple

      29 November 2012 at 15:25

      fbku yg baru yg ada di blog. tp aku jg jarang ngecek.

       
  78. andre

    6 Desember 2012 at 18:12

    cerita CRA 2 yg 39 kok ngk ngk ada ya?

     
  79. trueetr26

    14 Desember 2012 at 19:29

    kak noeeeell bagaimana cara membaca CRA kantong 39?

     
  80. Jemmy

    2 Januari 2013 at 15:42

    kak noel yg udah 30 taun…hehe..gimana sih cara dapetin kantong2 CRA 2 secara lengkap n utuh….terutama kelanjutan kantong 38-nya….

     
  81. Jemmy

    2 Januari 2013 at 15:53

    Sorry kak noel…jaiusku ge muncul tadi pake sebut umur2 segala…becanda ma kak noel gpp kan…hehe…aku suka tulisan kak noel yg CRA and Heartbreak Ricky….suka bgt ngebacanya berulang ulang…kayak hanyut mengulang masa2 SMA dulu…makasih bgt kak buat CRA-nya, inspiratif n bner2 kasih motivasi buat ngejalani hidup sbg ‘gay’ yang emang sering bgt dapat tekanan

     
    • noelapple

      5 Januari 2013 at 14:24

      semoga selalu menghibur. terima kasih.

       
  82. thomas

    17 Januari 2013 at 17:27

    Gan seri cowok rasa apel 2 : kembali ke sekolah,yang edisi 39 belum keluar ya?

     
    • noelapple

      17 Januari 2013 at 21:49

      lihat di bagian komentar kantong 38.

       
      • fandi

        15 April 2013 at 16:56

        mas noel…novel CRA 2 udah keluar blum mas??? karna saya kemaren penasaran tuh dengan kelanjutan CRA, jadi saya mesan di nulisbuku.com sesuai dengan saran yg mas noel anjurkan di halaman blog, dan setelah paket saya terima (di medan) dan saya buka kirain cerita CRA2 include didalam novel CRA…kalo ada link lanjutan 39 dst, kasihtau donk mas…penasaran nih.. hehe.

        btw terus berkarya…🙂

         
  83. syahrul

    18 Februari 2013 at 21:20

    bang, mau nanya.
    Gimana agama abang memandang kaum gay? (maaf kalau terlalu pribadai)

     
    • noelapple

      23 Februari 2013 at 23:46

      Dalam agama Kristen yg dogmatis konsertavif homoseksualitas dianggap dosa. Tapi pada theologi Kristen kontemporer telah berkembang paham-paham yg bersikap toleran terhadap homoseksual. Di barat bahkan ada konsep Gay Church, gereja untuk umat gay. Tentu tidak semua kubu Kristen setuju.

       
  84. farez

    19 Februari 2013 at 04:53

    Sorry ni ganggu cma mau complain aj,,, kok psword skrg trllu sulit mnurutku,,, cma sedikit yg tau,,, apa krna noel terlalu cerdas ato aku yg ngerasa kupper info,, tp mnurutku terllu berat,,, jd klo bsa ya klo dlu msh bsa lah ya lmyn pda ngerti,,,, untuk pswrdnya,,, ya d mohon untuk betikutnya klo buat pswrd di timbang timbang dl pda lmyn tau apa ga,,, aku tau kok pnggemar krya km byk,, tp ya sedikit ksh kenyamnn lah buat penikmat karyamu ,, thnks bfre

     
    • noelapple

      23 Februari 2013 at 23:41

      kalo bikin password yg gampang, buatku sih mending ga bikin aja. ini aja kemarin masih ada yg bilang gampang, sekali googling langsung ketemu. dan begitu ketemu malah ada yg ‘berterima kasih’ karena diperkenalkan dgn DIVA yg ‘terlupakan’ ini. kalo harus memuaskan semua orang, ya sorry, aku gak bisa.

       
  85. Mus Xpdc

    21 Februari 2013 at 13:41

    salam mas.. sebenarnya HBR skrg sudah sampai chapter brapa..? kerana ak baca di komentar sudah sampai chapter 20 tp ak hanya boleh baca sampai chapter 19. tidak jumpa chapter 20.

     
    • noelapple

      23 Februari 2013 at 23:35

      aduh sampai berapa ya…? aku sendiri lupa…

       
  86. nicenixon

    24 Februari 2013 at 00:10

    Mas ini sekedar saran Jangan dianggap juga. . Akhir-akhir ini buka blog ini susah banget, Gak tahu kalau di tempat yang lain. Biasanya di Bali tidak ada filter2 an dengan situs- situs apapun tapi, sekarang blog-blog word press sangat susah dibuka, kudu tengah malam atau pagi banget, Itu pun untung2 an. Nah kalau dari masnya suka buat kuis-kuisan untuk mengetahui password dari tulisan mas agaknya sangat melemahkan hati, dan terus terang males banget nungguin loadingnya. Tapi kalau mas merasa fun dengan ini , ya saya mau bilang apa, kan saya bacanya gratisan. Tengkyu ya mas noel, jangan diambil hati. GBU

     
    • noelapple

      24 Februari 2013 at 00:10

      Ya, saya senang dengan kuis-kuisan ini. Meski proses menulis sering memakan waktu berhari-hari, lalu ada pembaca yg memasukkan password satu kali langsung berhasil, aku tetap enjoy. Kadang mengeluh juga sih. Tapi pada akhirnya tetap berangkat juga ke warnet, meski lagi hujan, meski badan capek habis kerja malam, tetap posting cerita. Alhasil, yaa… tidak semua pembaca puas. Tapi besok-besok tetap aja aku balik nulis lagi dan bikin kuis lagi. Sesekali marah-marah membalas komentar yg nyebelin. Tapi aku tetap menulis lagi, menukar waktu berhari-hari itu dengan sekedar satu jam bagi pembaca untuk membaca hasil tulisanku (yg kubikin berhari-hari itu). Tidak apa-apa. Sesekali mengeluh. Tapi aku tahu bahwa semangatku masih lebih berarti dibanding keluhanku. Karenanya aku tidak berhenti. Aku tidak menyerah. Aku menikmatinya.

       
  87. nagareader

    15 Maret 2013 at 00:20

    mas noel alamat link HRB mana?..
    maklum mas ganti gadget jadi lupa..
    udah lama nyari gak ketemu juga.. rumah kedua mas noel itu,

     
  88. kazekage

    27 April 2013 at 22:11

    Maaf saya baru gabung,, udah baca semua cerita “cowok rasa apel” yang kesatu sama kedua samapai habis.. Makasih mas, keren cerita.. Sumpah ! Ceritanya sederhana banget, tp susah ditebak..!! Tapi asli mas cerita alurnya natural banget.. Sukses buat CRA ny.. Ditunggu CRA 3🙂

     
  89. kazekage

    29 April 2013 at 20:00

    Saya udah baca dialog yang disebelum2nya. Penjelasan bang noel tentang gay bikin pencerahan baru buat saya. Jujur bang saya ga tau sesuatu yang luas tentang gay, kecuali jadi gay itu dosa! Karena gay itu ga pantes! Jadi gay cuma bikin malu. Saya mau tanya bang:
    1. Sebagai gay walaupun abang udah bilang “resiko jadi gay ga punya keturunan” atau diagama saya gay adalah dosa! Walaupun “gay” itu pasti negatif dimata masyarakat.. Aduh,, maksud saya apa motivasi abang buat santai jalanin hidup sebagai gay? Gitu hehe.. (Ini curhat ga ya? Kalo bisa tolong dijawab ya bang noel)🙂

    Kisah dimas itu dalem bang, sederhana banget tapi yang sederhana itulah yang rumit.. Hebatnya memang banyak point2 yang cuma gay yg ngerasain bgt artinya. Udah kayak balik ke SMA, waktu pertama kali ngeliat ada cowok yang disuka, ternyata banyak juga yang suka sama dia.. Terus dalam hati bilang “bener2 w ga salah pilih” .. Ahahaha mantap (y)

     
    • noelapple

      20 Mei 2013 at 23:30

      Saya tidak pernah bilang bahwa di dalam agama saya gay dianggap dosa. Yang pernah saya bilang adalah, sebagian besar penganut agama yg sama dengan saya masih menganggap gay itu dosa. Kalau buat saya, gay nggak dosa. Tapi ada konsekuensinya hidup sbg gay, salah satunya tak akan menghasilkan keturunan. Tapi semua jalan hidup memang selalu punya konsekuensi masing-masing kan? Hidup itu hanya untuk mereka yang berani. Entah itu gay, ataupun straight. Kalau memang dasarnya aku suka cowok, why not?

       
      • kazekage

        6 Juni 2013 at 21:09

        Iya setuju sih semua memang ada konsekuensinya, ga ada yg bisa lepas dari itu..tapi bukannya malah ga adil buat kaum minoritas.. cowo straight memang pasti merasa sulit di kehidupannya. Tapi mereka pnya banyak jalan keluar, semua itu dapet ga pake susah2. Banyak yg merasakan hidup sbagai dia, maka banyak juga jalan yg bisa dia ambil.. Kalo gay, bukannya ga ada kehidupan kaum gay. Tapi gay menutup diri, sehingga ga ada yg prnah mencontohkan bagaimana cara terbaik hidup sebagai Gay! Itu kan udah sesuatu yg ga adil kan..apa yg kayak gitu masih bisa dimaklumi sbagai sebuah konsekuensi? (Maaf bahasanya agak ribet,, hehe)

        masa sih di agama kristen Gay itu ga dosa? Saya pernah baca di wikipedia, kristen juga nganggep itu dosa. Malah jaman dulu kalo ketahuan gay, bisa dihukum mati ya.. Kalo ga salah. Bukannya gitu?

         
      • noelapple

        7 Juni 2013 at 09:02

        agama itu berkembang. jika tidak maka jd agama mati. kitabnya tdk berubah. tp tafsirnya berkembang. salah satunya ttg hal2 yg dulu dianggap dosa. aku tdk bilang semua aliran kristen ya. aku bilang persepsi individualnya. dlm gereja yg sama sekalipun persepsi jemaat ttg suatu hal bisa beda2.

         
      • kazekage

        15 Juni 2013 at 19:07

        Iya,, berarti keberadaan gay suatu saat bisa diterima sebagai hal yang normal ya mas noel?🙂 aamiin ..ahahaha

        Makasih mas noel dah mau jawab pertanyaan ku yg ga jelas itu.. CRA 3 kapan ya mas noel? Udah ga sabaar pengen baca..hehe

         
  90. fajar

    2 Juni 2013 at 13:38

    salam…….
    mas kapan CRA kantong 39 kluar,,,,,, uda g than mw bcanya…..

     
    • jarvajar

      30 Oktober 2013 at 22:56

      mas fajar, boleh kenal ? pgn temenan aja .. nama kita sama loh ..

       
  91. Ruby

    6 Juni 2013 at 15:13

    Mas Noel Yth..gimana kalo bikin cerita parody dari CRA, Karakter Dennis diganti jadi Dinda…waah.pasti jadi menarik
    makasih yaa Mas
    Semoga di Reply ♥♥♥

     
  92. kazekage

    6 Juni 2013 at 20:43

    Mas Noel cerpen “cinta beda jurusan” nya minta versi lengkapnya dong, sepotong2 jadi ga seru.. Makasih🙂

     
  93. fajar

    21 Juni 2013 at 19:05

    mas noel,,,,, tak tunggu CRA 2X terbit liburan ni,,, pasti akan menghilangkan sedikit beban dikepalaku ni, skalian buat nemenin ngerjakan tugas akhir,,, pasti asyik,,,,
    semoga saja harapnku terkabul,,,hehehehehe

     
  94. Roby

    23 Juni 2013 at 11:30

    susah ya jadi gay . . . hahaha . . .

     
  95. relones

    26 Desember 2013 at 16:24

    misi… permisi……
    kok CRA, SEKARANG BEDA YACH….. NGGAK SECETAR YG DULU.
    sewaktu baca CRA 1, itu keren bangget, lengkap ada kisah komedi deni-dimas, perasaan cinta dimas ke erik yg dalam bangget, perasaan ketik haru biru saat dimas ketahuan homo. kok rasanya agak hambar…..

     
    • noelapple

      26 Desember 2013 at 23:09

      CRA 3 baru sampai bab 3. jangan dibandingkan dgn seri2 sebelumnya yg sudah tamat.

       
  96. relones

    27 Desember 2013 at 08:31

    ampunkan daku mas noel…. *kan cuma komen*
    btw, mohon dalam episode2 selanjutnya diceritain perjumpaan antara fandi dan dimas, yg sebelum dimas kabur dari rumah itu loh? tambakan donk unsur pendidikan dan nilai kehidupan, biar novel ini ada nilai edukasinnya….. *walau pun dikit*

     
    • noelapple

      27 Desember 2013 at 09:07

      pembaca tak perlu mengatur jalannya cerita. itu hak penulis. kalau hasil ceritanya jelek, tinggal salahkan penulis. masa pembaca akan disalahkan atas jeleknya suatu karya?

       
  97. relones

    27 Desember 2013 at 12:14

    kan cuma saran….
    happy writing aja dech……
    moga cepat kelar…..
    nggak sabar nunggunya….

     
    • noelapple

      27 Desember 2013 at 13:03

      dan saya penulis yang bersedia ‘mendidik’ pembaca tentang batas-batas dunia tulis-menulis, tak hanya sekedar menawarkan tulisan. maaf kalau saya suka ceplas-ceplos. terima kasih.

       
      • relones

        27 Desember 2013 at 14:45

        justru ceplas ceplos mu itulah yang bikin pembaca terhipnotis buat update cerita2 mu …..
        *ini anugrah*😀 …… btw, sy tertarik dgn penjelasan2 anda mengenai gay pada komentar2 di atas, terlebih lagi pada edisi ” chrismas” nya dimas-denis dan penjelasan anita mengenai gay sebagai warna lain kehidupan. itu membuka cakrawala saya…. *dan sy berterima kasih untuk itu* btw, kok cerita heartbreak ricky nggak update2? udah tamat yach?

         
      • noelapple

        27 Desember 2013 at 19:31

        ‘terpaksa’ memprioritaskan CRA#3 dulu.

         
  98. arifin

    4 Januari 2014 at 16:54

    Bang tanya ya, filosofi apel itu apa sih?
    apel jatuh, apel masak dll. mksh

     
    • noelapple

      5 Januari 2014 at 18:03

      Tidak ada filosofi khusus. Cuma permainan imajinasi saja untuk mempermanis cerita.

       
      • arifin

        6 Januari 2014 at 19:55

        kan ada tuh jeruk makan jeruk.

         
      • noelapple

        6 Januari 2014 at 20:16

        Dan itu kan juga bukan filosofi. Jeruk kan bukan kelamin. Tidak ada jeruk lelaki ataupun jeruk perempuan. Itu jargon iklan yang sebenarnya keblinger.

         
  99. noelapple

    8 Maret 2014 at 09:36

    Wow, dalam rangka apa?

     
    • langitjingga13

      9 Maret 2014 at 19:30

      Ujian Praktek Kelulusan. Bukan event besar, sih. Tapi karena ini adalah masa-masa terakhir di SMA, jadi beda. Kakak mau bantu? Punya referensi lagu yang cocok untuk disandingkan dgn frangipangi?

      Saya ragu tmn saya akan menyelesaikan aransemennya tepat waktu.

       
      • noelapple

        9 Maret 2014 at 20:05

        Coba lagunya Secret Garden, judulnya Aria.

         
  100. langitjingga13

    10 Maret 2014 at 13:41

    yang bukan instrumental nggak ada, kak? *udh dibantuin nawar lagi*

     
    • noelapple

      10 Maret 2014 at 17:56

      Kalau buat baca puisi malah pakailah musik yg liriknya sesedikit mungkin. Kamu ngomong, musiknya juga ngomong, yang dengerin malah buyar fokusnya.

       
  101. bannybaladewa

    13 Maret 2014 at 00:31

    Luar biasa. Blog kamu selalu nangkring dalam posisi teratas dalam blog yg sering aku baca. Mungkin aku salah salah satu penggemar baru kamu yang sering mengikuti blog kamu tapi jarang sekali coment atau bahkan tidak pernah coment.
    Dalam banyak blog yg pernah saya baca blog kamu yg paling jos gandos buat aku.
    Cerita kamu,gaya penulisan,gaya Bahasa dan cara kamu melayan coment pembaca itu sesuatu banget. Dan satu lagi blog kamu ini gudangnya ilmu. Tiap kali aku baca pasti ada ilmu bari yang saya dapat. Karena bukan hanya kamu saja yg bisa menarik minat membaca blog ini, tapi coment2 pembaca sangat mantap dan berbobot.

     
    • noelapple

      13 Maret 2014 at 15:31

      ah masa? kayaknya biasa aja deh.

       
  102. indra

    29 Maret 2014 at 19:12

    knp gk coba di buat film,a

     
  103. Donny Donny

    29 Maret 2014 at 19:19

    mngkin sy sngat terlambat tp, lbh baik terlmbat dr pada gk sama sx, sangat suka sekali dgan alur cerita,a, berharap bsa lahat scara audiovisual,a,.,.

     
  104. arga

    11 April 2014 at 12:34

    Saya baru baca CRA 1-3 dirapel dalam seminggu ini (karena nagih banget nih ceritanya), bagus banget ceritanya, dan saya dapat belajar banyak hal ataupun pandangan baru dari cerita ini. Mnrut sy hampir semua tokoh dlm CRA bahasanya kritis pada bagian2 tertentu (walaupun sbnrnya mnurut sy anak SMA blm mampu berpikir sekritis itu, hhe); mungkin ini ngegambarin juga kalau penulis novel ini sepertinya org yang cerdas, hhe. Ditunggu lanjutan CRA 3 nya bang.

    Saya mau ngasih saran dikit (atau kalkulasi sedikit mungkin) utk bagian biodata tokoh CRA; mungkin ngga terlalu penting karena masalah tanggal lahir doang, hhe.
    Kalau tidak salah, Dimas dkk. (kecuali Fandy) masuk kelas 2 SMA pada tahun ajaran 2009/2010. Jika dia lahir tahun 1992, maka ketika September 2009 usianya 17 tahun. Siswa SD Indonesia “rata-rata” mulai belajar di sekolah dasar pada umur 6 tahun (kelas 1 SD), maka pada awal kelas XI (2 SMA) usia rata-ratanya adalah 16 tahun.
    Memang ada saja siswa yang telat masuk sekolah 1 tahun (kelas 1 SD pada usia 7 tahun) tetapi menurut pengalaman saya tidak sampai 10% dalam satu angkatan siswa yang masuk sekolahnya telat satu tahun, akan tetapi kalau kecepatan setahun (kelas 1 SD pada usia 5 – 5,5 tahun) sedikit banyak, menurut saya sekitar 20% utk satu angkatan.
    Kesimpulannya, sesuai biodata yg bang Noel tuliskan; Dimas, Denis, Erik, Ben, dan Fandy juga (karena dia satu tahun lebih muda dari Dimas dkk) telat satu tahun (ketuaan setahun), hanya Misha yang umurnya pas dengan angkatannya hehe.

    Ada satu saran lg yang ngga terlalu penting lagi mungkin haha, untuk “logat Batak” pada tokoh Leah. Supaya logatnya terkesan lebih natural dan tidak terlalu dibuat-buat, sy ngasih pandangan aja. Logat batak yang benar2 batak tulen (di kabupaten tobasa, tapanuli dll di Sumut) sedikit agak berbeda dengan logat “Medan” yang sudah merupakan daerah perkotaan. Logat Batak di Medan sudah tercampur dengan logat Melayu dan bbrp etnis lainnya yg menjadikan logat Medan aksen yg sedikit khas. Jika Leah tinggal dan besar di Medan, maka aksen naturalnya lebih cenderung logat Medan. Mungkin list2 ini sedikit saran untuk men-“friendly”-kan logat Batak ala Medan:
    – kata “sudah” lebih baik diganti “udah”
    – kata “tak” lebih baik diganti “nggak”. “Tak” memberikan kesan terlalu batak akan lucu jadinya kalau susunan kalimatnya tetap seperti bahasa Indonesia. Contohnya: “Kau tak terima kalau aku mendadak kemari?” (karung7). kalau logat batak akan lebih banyak akhiran “-nya”. Contohnya jadi begini: “Yang tak kau terima nya aku mendadak kemari?” (Nah ini baru batak banget logatnya haha). Kalau logat medan lebih biasa aja: “Nggak kau terima aku mendadak kemari?”. Btw, kata “kemari” nya udah pas bgt bang, Medan kali haha.
    – Kata “macam mana” lebih baik jadi : “cemana” atau “kekmana”
    – kalau next time ada kata “sedikit”, lebih baik jadi “dikit” atau “sikit”
    – kalau next time ada kata “ketemu”, lebih baik jadi “jumpa”
    – perbanyak kata”kali” daripada “sekali”
    – lebih perbanyak akhiran “-kan” atau ”-i” daripada “-in”; contoh: “ninggalkan”, “belikan”, “ninggali”
    Btw udah lumayan kok, cuman tinggal dipoles dikit lagi aja bang logatnya menurut saya hhe.
    Oh ya, Palladium blm ada tahun 2009. lebih baik Sun Plaza aja bang, ada cafe tempat nongkrong dekat bioskopnya.

     
    • noelapple

      12 April 2014 at 10:23

      Terima kasih untuk saran perbaikannya. Kelak akan dipertimbangkan utk bahan evaluasi.

       
  105. jazzy

    13 April 2014 at 01:03

    karya nya entertaining dan inspiratif mas. terus berkarya yaa🙂

     
  106. BlackBox

    21 Mei 2014 at 22:28

    mas… mau #OOT dikit kalau yg punya wordpress Andystar itu udah dihapus atau ganti ya mas?

     
  107. wahyu

    24 Mei 2014 at 20:19

    thx mas noel

    udah baca cra dari desember 2013, tapi cmn baca aja, hehe, kepikiran juga dengan kasih comment mungkin bukti mengapresiasi tulisan mas noel🙂

    keep writing! cra salah satu bacaan yang menarik, dan ditunggu2 juga oleh banyak orang🙂

     
  108. Just E_1

    25 Mei 2014 at 18:57

    assalamuallaikum.. maaf bru kasih koment. tp jujur aku suka baca novelnya . jalan ceritanya gk bikin mumet. seharian ini aku bisa ngakak,sedih,terharu,pokoknya sesuai jln ceritanya. and aku baca novel mulai tadi jam 8. sampai hbis brusan. dan ku mau tanya ceritanya hanya sampai karung13 saja ? mohon infonya bg. and met kenal semua

     
    • noelapple

      26 Mei 2014 at 12:43

      Wallaikumsalam. Cerita ini dikemas secara cerbung. Biasanya di-update tiap 2 mingguan. Saat ini baru mau lanjut ke CRA 3 Karung 14.

       
  109. Dimas dan Denis

    15 Juni 2014 at 21:22

    Gw suka yg ceritanya tuh si dimas….trus bagian paling gw suka adalah..pass dimas sama denis adu bacod trus brantem dan peluk-pelukan buahahaha…
    Tapi gw lebih suka sama keranjang tapi gw bingung di akhirnya….cuman sampe keranjang 50 lebih ea?
    Atau ada lanjutannya?
    Pengennya sih di keranjang semua ceritanya…jadi gk bingung…kayaknya kantong sama keranjang ampir sama ea?
    Gw bingung bacanya…
    Pusing ah

     
  110. Erwin Hidayat

    8 Juli 2014 at 14:02

    Hai mas noel, salam kenal … senang bisa baca karya anda, kemarin sy ga sengaja googling dan nemu karya mas yang berjudul COWOK RASA APEL, dan ketika saya baca kantong pertama, buat sy ga mau berenti sampe akhirx sy baru selesai membaca barusan, dan 100 jempol buat karyanya, kereeen semoga suatu saat aku bisa menulis karya sebagus karya mas

    aku udah kirim pesan yang lebih kompleks di fb mas, sangat senang rasanya jika bisa dibaca =)

     
  111. Ripal anwar

    1 Agustus 2014 at 09:02

    mas kantong 39 nya mana ya??

    penasaran bnget ni??

     
    • noelapple

      10 Agustus 2014 at 13:45

      Silakan cek di blog saya yang blogspot.

       
  112. taki001

    20 Agustus 2014 at 06:47

    Hai Mas Noel, salam kenal.
    Novel CRA 2 sudah terbit? Bisa dibeli dimana? di situs nulisbuku cuma ada CRA1.
    Thanks

     
  113. susilo

    21 Agustus 2014 at 15:00

    Maas..gmn cara nya order ketetpan hati??

     
    • noelapple

      22 Agustus 2014 at 10:22

      Tanya saja Bagus Tito, dia lbh tahu.

       
  114. Schandelierre

    26 Agustus 2014 at 21:30

    Hi Noel! It is a really, really great job you are doing here! Awesome! Aku juga penulis, tapi cuma sekedar fanfic. Nulis romance tentang gay person is risky but I adore you. Alright, to the point. Aku pengen banget beli novelmu but due to some reasons aku ngga bisa beli secara fisik. Bisa ngga kalau aku belinya versi ebook aja? I vow not to upload or share it, just for my consumption only. I pretty much beg you right now. Please…..

     
  115. more dominggus

    14 Januari 2015 at 01:57

    Mas klo bisa tolong lagu-lagu rekomendasinya di share dong. makasi sebelumnya

     
    • noelapple

      20 Januari 2015 at 14:18

      Lagu-lagu yang mana? Kan pasti aku kasih judul, jadi kalau mau tahu lebih lanjut bisa search di internet.

       
  116. diin.dennis

    31 Januari 2015 at 04:02

    Seru ya ceritanya.Iseng” nyari Ebook Lelaki Terindah,eh malah dapat Cowok Rasa Apel.Langsung kebut baca CRA1-CRA3.
    Anyway saya mau tanya nih Mas Noel,
    1.Saya baca di komet” ada spin off Pilgrim,Ben-Cermin sama Petualangan Fandy.Tapi saya cari” kok gk ada.Memangnya sudah dihapus ya,mas.
    2.Terus pertanyaan saya yang kedua ini agak sensitif sih mas.Tapi sumpah gak ada maksud apa” kok.Cuma sekedar tanya.Mas,kan selalu ada pilihan yang lebih baik.Menurut mas,apakah pilihan mas Noel sudah yang terbaik.Meskipun itu kata hati.Jangan tersinggung lho mas.Gak ada maksud apa” kok.

     
  117. diin.dennis

    31 Januari 2015 at 04:24

    3.Terus Cinta Beda Jurusan,Di bawah Langit Bali,Antara aku kau dan mbah dukun juga nggak bisa dibuka.Itu juga sudah dihapus ya mas.Sorry mas ni sambungan yang tadi.

     
  118. dika

    2 April 2015 at 06:26

    mas kapan karung 23 dimuat di blog…hehhe di tungguin karyanya mas.

     
  119. Melveen Lee

    22 April 2015 at 22:03

    lanjutin novel na dnk

     
  120. Melveen Lee

    22 April 2015 at 22:04

    lanjutin yg CRA 3 na

     
  121. Khoiryl

    18 Agustus 2015 at 08:22

    Kak noel kapan CRA 23 dipost?

     
  122. Obert

    8 Oktober 2015 at 10:20

    bang noel,, CRA 3 belum ada kelanjutan nya? (karung 23)
    sama petualangan Fandy jg,, apa ada kelanjutan nya?

     
  123. kazekage

    13 November 2015 at 01:44

    Selamat malam mas noel.. Mau tanya maaf kalo bukan pada tempatnya, habis dihalaman ceritanya ga ada kolom komentar. Cerita “petualangan fandy” itu udah ada lanjutannya blum ya? Apa aku yang ketinggalan? Tolong beri petunjuk..

    Ternyata banyak orang yang menerima dirinya sebagai gay mas. Hehee, setelah lebih masuk kedunia itu aku jadi dapet banyak pengalaman. Jadi gay itu bahagia, punya keturunan juga bahagia. Terserah ambil hidup yg mana, selama itu ga kriminal dan selama itu membuat bahagia apa salahnya. Terserah aja mau nanti jadi istri lelakiku atau malah jadi suami wanita ku. Ngikut aliran hidup. Hahaaaa CURCOL

     
    • noelapple

      18 November 2015 at 11:21

      cieee…

       
      • kazekage

        18 November 2015 at 13:11

        Heheee, kok cuma di ciee sih. Terusan petualangan fandynya belum ya mas?

         
  124. asu_12345

    22 November 2015 at 15:43

    benar-benar setuju sama pendapat penulis soal kaum gay.
    apalagi sekarang sudah banyak di youtube yang berani mengungkapkan kalau mereka “berbeda” . oh ya, apakah nanti ada karakter yang lesbian? menarik tu kalo ada😄.

     
  125. bayucho

    8 Januari 2016 at 08:13

    Sebenarnya aku orangnya nggak terlalu suka baca baca, tapi entah, kalo udah baca CRA malah gg bisa berhenti.. Kalau mau beli buku/novel yg lanjutannya di mana? Nggak sabar pengen baca pas Dimas dan Fandy ketemu, padahal mereka udah nggak pacaran.. btw, bergantinya sudut pandang ke Denis membuat kesan yang membuat cerita ini begitu cerdas dan berpikiran terbuka. I love you mas Noel hahaha.. great! Sebenarnya menurut saya pribadi, menarik sekali untuk membahas masalah gay karena berkaitan dengan berbagai aspek , aspek sosial, medis, bahkan politik. Tetapi menurutku, persoalan mengenai gay akan stuck di aspek agama (islam). Tidak perlu membahasnya detail, intinya perilaku gay itu salah. Bingung juga sih, yg tidak dibolehkan itu termasuk mencintai sesama pria, atau hanya perilaku (maaf) sodominya saja. Jika kita menjalin hubungan tanpa sex, apakah itu mungkin? Mungkin sih, tapi apakah ini dibolehkan agama? Itu yg aku masih bingung. Haha.. entahlah, bagaimana menurut mas Noel? Jika kita (pernah jadi) gay, lalu memutuskan menjadi straight, apakah hal itu baik? Walaupun kita akan merasa berdosa untuk sealalu merahasiakan dari istri kita kelak?

     
    • noelapple

      8 Januari 2016 at 22:03

      Seorang gay memutuskan utk jadi straight itu sah-sah saja. Tetapi tentu ada konsekuensi yang tidak sederhana. Salah satunya adalah memberi tahu dan memberi pengertian yang jujur terhadap perempuan yang kelak menjadi pasangannya. Sebab, jika ia ingin membangun hubungan yang baik, maka tak mungkin membangunnya di atas kebohongan. Berita buruknya, belum tentu seorang perempuan bisa menerima masa lalu yang seperti itu dari kehidupannya lelaki pasangannya. Tapi, ya setiap hubungan itu memang ada tantangannya, sih. Hubungan cinta sesama jenis pun punya tantangan berat, salah satunya adalah tak bisa memiliki keturunan biologis. Padahal, seorang lelaki biarpun tak memiliki jiwa ‘seorang suami’, bisa jadi ia tetap memiliki jiwa ‘seorang ayah’. Makanya, kalau memang ingin membangun kehidupan baru sebagai seorang straight, ya itu hak asasi dia. Seperti halnya mempertahankan diri sebagai seorang gay, itu pun hak asasi. Tak seharusnya saling menghakimi, selama hak itu tidak digunakan untuk mencederai hak orang lain.

       
  126. edho

    16 Januari 2016 at 03:39

    Lagi cari cerita cowok nemu cerita ini,
    Episode cowok rasa apelnya dimulai dari mana ??
    Nemu link nya terus dibaca kok kayak udah setengah gitu ceritanya.

     
  127. Y. Hernondo

    19 Januari 2016 at 16:55

    Menurut sy sebaiknya seorang gay tdk usah berusaha menjadi straight. Jadi usaha tersebut malah sangat tidak sah. Gay atau straight itu sudah takdir, tinggal diterima dan dijalani sebaik-baiknya secr benar. Sy pernah diskusi dengan anak sy yang mahasiswa kedokteran dan sdh co-ass. Katanya cairan kimiawi otak kaum gay itu berbeda dengan milik cowok straight. Dapatkah manusia mengubah komposisi cairan otak kaum gay hingga menjadi seperti milik kaum straight/

     
    • noelapple

      24 Januari 2016 at 01:28

      Soal komposisi cairan otak, bukankah itu yang dimaksud hormonal? Hormonal bisa dikondisikan, tapi memang butuh biaya dan niat yang serius. Zaman sekarang, ganti kelamin saja pun bisa, kok. Kuncinya adalah: maukah kita membuka diri pada segala kemungkinan? Bagi Anda, mungkin Anda memang sudah mantap dengan orientasi seksual Anda, dan menganggap itu takdir. Silakan, itu hak individu. Tidak salah mempertahankan kondisi yang sudah memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam diri kita. Namun, tidak adil dong kalau kondisi orang lain disamaratakan dengan kita. Pergumulan orientasi seksual bisa sangat kompleks, sebab menyangkut faktor-faktor internal (kepribadian yang bersangkutan) dan eksternal (keluarga, pertemanan, rencana masa depan, nilai-nilai sosial, agama, dsb). Jadi, masalah ini tidak selalu sederhana bagi tiap individu. Sekadar direnungkan: seorang gay mungkin memang tidak tertarik untuk memperistri seorang perempuan, tetapi ia mungkin sangat merasa perlu untuk memiliki keturunan, seorang anak biologis. Seorang gay mungkin tak memiliki jiwa seorang suami, tetapi ia mungkin tetap memiliki jiwa seorang ayah. Itu dilema, lho. Dan sekali lagi, itu tak bisa disederhanakan secara begitu saja.

       
  128. Seka Seka

    20 Januari 2016 at 07:55

    mas, novelnya nggak diterbitin di wattpad? sasaran pembacanya banyak lho.

     
  129. J. Hernondo

    1 Februari 2016 at 16:01

    Menurut isi cerita CRA dan Petualangan Fandy, saya menangkap Noel punya pendapat bahwa gay itu bukan kaum sakit. Saya juga berpendapat demikian. Setidak-tidaknya seperti disebut oleh Noel bahwa perlu usaha yang sangat serius dan biaya yang sangat besar untuk mengubah seorang gay menjadi straight. Artinya kemungkinan berhasilnya upaya itu sangat kecil. Apakah ini tidak bisa dikatakan bahwa terlahir sebagai gay itu takdir? Atau setidak-tidaknya seorang muda perlu waktu untuk memahami ke-gay-annya. Maka jika sudah benar-benar yakin dirinya adalah gay menurut pendapat saya sangat sia-sia untuk merubah diri menjadi straight.
    Lebih-lebih bagi seorang yang telah menyadari diri sebagai seorang gay yang mau menjadi seorang ayah. Menurut saya itu sungguh tidak sah. Saya setuju jika seorang gay bisa jadi punya jiwa sebagai pendidik. Tetapi seorang gay mempunyai jiwa sebagai seorang ayah, tentu sulit dibayangkan, terutama jika anaknya laki-laki. Bagi sang ayah mungkin akan menjadi baik, tetapi bagi sang anak pasti akan sangat tidak menguntungkan…. Saya tahu jika seorang ayah tidaklah mungkin menerkam anaknya sendiri…. dan seorang anak laki-laki dari seoang gay belum tentu akan ketularan kegay-an dari ayahnya. Namun tentu jadi sangat sulit bagi pertumbuhan psikologi dan mental sang anak.Kecuali jika anak tersebut diasuh oleh orang lain……..

     
    • noelapple

      7 Februari 2016 at 21:31

      Yang perlu diluruskan: berbiaya mahal dan harus dengan niat serius adalah perkara kemantapan hati, bukan soal besar/kecil peluang keberhasilannya. kalau punya biaya dan serius, ya jadinya bisa. tapi memang artinya tidak semua orang mampu merealisasikannya, terutama pada aspek biaya. tapi, secara umum, pada dasarnya itu bisa.

      Ketika kita bicara soal takdir, kita harus paham terlebih dahulu bahwa takdir adalah konsep yang diusung oleh ajaran agama. Namun, pemaknaan tiap orang–yang beragama–atas konsep takdir itu sendiri bisa bervariasi, sebab pada dasarnya itu menyangkut pengalaman internal seseorang. Jadi, kita tak berhak menilai takdir seseorang. Mungkin, bagi Anda, gay adalah takdir. Namun tidak semua gay punya pandangan yang sama atas diri mereka. Takdir adalah pencarian dan pemaknaan jati diri masing-masing; apa pun keyakinan yang ia bentuk untuk dirinya sendiri, orang lain tak berhak intervensi.

      Ketika Anda menganggap gay yang ingin menjadi ayah adalah tindakan yang tidak sah, itu memakai dasar apa? Kalau hukum, hukum apa dan mana? Harus hukum positif lho, sebab kalau lagi-lagi hanya berdasarkan pandangan moral pribadi, maka itu tidak fair. Mengapa tidak fair? Sebab Anda sudah memaksakan pandangan moral Anda terhadap urusan internal orang lain. Kita boleh tidak setuju pada sikap seseorang terkait kondisi seksual dan psikologisnya, tapi tak boleh mengatakan ‘TIDAK SAH’. Sebab kata ‘sah’ memiliki muatan hukum. Kecuali memang sudah ada hukum positif yang mengatur soal itu, maka tunjukkan hukumnya yang mana.

      Pada poin terakhir, saya rasa Anda sudah membuat penghakiman yang berlebihan. Di negara-negara Barat yang sudah melegalkan perkawinan sejenis, banyak keluarga gay yang mengadopsi anak. Bahkan ada yang memakai jasa rahim perempuan untuk memproduksi keturunan biologis (kita tidak bicara soal etis tidaknya, tetapi faktanya saja). Dan ketika dewasa, berdasarkan penelitian, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua gay dapat tumbuh secara normal. Tidak ada gangguan psikologis. Kalaupun ada masalah, datangnya bukan karena faktor punya orang tua gay. Jadi, sangat apriori, sangat berprasangka buruk, jika mengatakan anak yang diasuh orang tua gay akan mengalami problem psikologis. Gangguan psikologis justru datangnya dari lingkungan luar yang membuat stigma buruk terhadap gay/keluarga gay, sehingga menyebabkan si anak merasa malu dan minder. Dan ironisnya, yang melontarkan stigma itu pun kadang adalah gay juga, yaitu gay yang tidak setuju pada konsep keluarga gay. Pada sistem kemasyarakatan yang open minded dan bersikap fair, seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga gay akan tumbuh dengan normal, kok. Jadi, jangan menghakimi gay yang ingin membentuk keluarga. Sebab gay juga mengenal cinta yang universal, luas, tidak sempit, tidak melulu berujung seks dengan sesama lelaki; gay juga bisa dan berhak memelihara kasih sayangnya, melalui kehadiran anak dalam hidupnya–baik itu biologis atau adopsi.

       
      • Anthon

        9 Maret 2016 at 15:32

        Mas noel, kapan karung 24 dst ny…Diposting,
        Udh gak sabaran nih baca kelanjutan ceritanya,
        Moga bs secepatnya ya mas.. .
        Aamiin.. ..

         
  130. aaa

    17 Maret 2016 at 22:32

    Heartbreak Ricky please lanjut dong😦

     
  131. Reiva Alie

    18 Maret 2016 at 17:52

    Jadi mas noel gay…. tapi aku salut loh mas sm km!!!! tetap berkaya mas aku nunggu kelanjutan karung 24 jangan lama-lama lah, kangen dimas sama denis nih

     
  132. Nara Riavaille

    28 Maret 2016 at 00:51

    Emm ano, maaf kak noel saya pembaca baru cerita kk, dan mungkin penggemar baru juga, baru selesai baca smpe part 2, hehe
    Ceritanya bkin galau tngkat tinggi, tpi ga bsa berhenti bacaa, T^T
    Sbnernya mau nnya, cerita ini udh ada versi cetak nya kan ka? Saya bisa dapetin buku nya dmna ya? Bner2 pngen punyaa,
    Terima kasih, ^^

     
    • noelapple

      29 Maret 2016 at 12:06

      Dulu seri 1 sudah pernah dibukukan via POD di nulisbuku.com. Tapi karena suatu alasan, versi buku sudah disetop.

       
      • Nara Riavaille

        10 April 2016 at 10:17

        Udah d stop kaa?? Yaahh aku belum pny satu seri pun T^T
        Sbg fans ka noel kayanya gak lengkap bgt klo ga pny buku nya, berasa gak ngehargain penulis nya, hehe

         

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: