RSS

Musik Indonesia (World Music)

Untuk ranah Pop, memang, musik Indonesia bertahun-tahun tidak memiliki kualitas yang mendobrak. Hanya begitu-begitu saja dan cenderung saling ikut-ikut arus. Trend Pop-Rock Melayu, maka menjamurlah band-band semacam itu. Trend K-Pop, maka membanjirlah tayangan girlband dan boyband ala K-Pop di acara-acara TV. Tambah lucunya, biasanya akan bermunculan kubu yang berposisi sebagai haters. Tapi para haters ini juga ramainya cuma untuk mencaci maki. Apakah para haters ini memberikan solusi, memberi pilihan musik yang lebih baik untuk Indonesia? Kayaknya sih nggak juga. Lovers dan haters dalam trend musik Pop itu nggak akan pernah ada habisnya. Itulah budaya Pop. Berfanatik, atau saling mencaci, kecenderungannya memang begitu. Pecinta musik metal menyemooh band Pop-Rock Melayu, pecinta K-Pop mencaci boyband dan girlband dalam negeri, pecinta Lady Gaga mencaci Christina Aguilera, pecinta Amy Winehouse mencibir Adele, pecinta Mariah Carey mengejek Celine Dion. Begitulah…

Biarin aja deh… Kita yang suka damai ini, mari gunakan waktu untuk hal yang lebih positif aja.🙂

Salah satunya, mari kita bertanya, apa benar sih musik Indonesia itu nggak kreatif? Yah, kalau ranah Pop sih sejauh ini masih suka ikut-ikut trend dari luar, kreativitas musiknya bisa dibilang monoton. Memang, trend band Pop-Rock Melayu beberapa waktu kemarin dari segi orisinalitas mungkin bisa dibilang cukup orisinal, bahwa setidaknya mereka mengolah unsur-unsur musik yang lebih pribumi, yaitu Melayu. Tapi justru masalahnya adalah di musikalitasnya, hasil rekaman yang kasar, vokal yang maksa, lirik romantis yang klise, dll. Mungkin beberapa artis saja yang musiknya benar-benar berkualitas.

Tapi… bagaimana kalau kita bicara tentang genre di luar Pop? Misalnya, New Age? World Music? Emang ada?

Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak artis musik yang terjun di ranah New Age ataupun World Music. Hanya saja, pasar musik ini memang tidak luas maka agak jarang kita mendengar info-info tentangnya. Tapi mereka eksis dan rata-rata justru mereka adalah musisi yang mumpuni, bahkan legendaris. Jika kita mendengar karya mereka, kalau sebelumnya kamu bilang musisi Indonesia nggak kreatif maka kamu akan segera berubah pikiran! Genre New Age sendiri bisa dibilang genre yang sangat idealis. Karena pasaran musik jenis ini tidak sebesar musik Pop tentunya. Pasarnya tidak luas, oleh karena itu hanya musisi yang benar-benar niat bermusik saja yang berani nyemplung di genre ini. Apalagi jika sudah berkonsep World Music dimana merupakan suatu kemasan dengan nuansa etnik (yang biasanya nggak sembarang musisi menguasai) sebagai ciri khasnya. Mendengarkan musik-musik ini, kita akan temukan bagaimana seharusnya memainkan melodi yang indah, harmoni yang bernyawa, lirik yang kuat.

Sudah ah, nggak perlu banyak berbelit-belit lagi. Simak saja contoh-contoh di bawah ini!😉

 
 
 

Krakatau Band

Digawangi oleh Dwiki Dharmawan sebagai keyboadist, bersama rekan-rekannya seperti bassist Pra Budidharma. Musisi-musisi besar pernah bergabung di group ini seperti gitaris Donny Suhendra, dan drummer Gilang Ramadhan. Di formasi awal yang terbentuk sejak dekade 80an, Krakatau diperkuat dengan Trie Utami sebagai vokalis. Genre awal dari Krakatau adalah Pop-Rock Jazz. Tapi menjelang dekade 2000 musik yang mereka usung mulai merambah ke Fusion. Termasuk karakter vokal Trie Utami sendiri juga berubah, dari vokal Jazz menjadi kian kental dengan corak etnik Sunda. Salah satu album masterpiece Krakatau yang berkonsep fusion, adalah Magical Match. Di album ini ada lagu-lagu bernuansa World Music seperti Bajau, Impen-Impenan, dan Kutemukan.

Saat Trie Utami keluar dari Krakatau, posisinya digantikan oleh Ubiet yang kental dengan vokal Melayu-nya. Musik-musik Krakatau di era Ubiet juga lebih ritmik, perkusif, dan meninggalkan aksen-aksen Sunda yang sebelumnya pernah kental di group ini.


(Krakatau – Kutemukan)
 
 
 
Viky Sianipar

Awalnya dia merupakan gitaris yang berkecimpung di musik rock. Tapi rupanya musisi Batak ini punya panggilang besar dalam dirinya, untuk mengangkat musik-musik tradisional dari kampung halamannya. Musik Batak. Tapi Viky sadar bahwa pasar musik tradisional sangat terbatas. Karena itu, dia memutuskan untuk mengusung konsep World Music dimana musik tradisional dikemas secara lebih modern tanpa meninggalkan identitas tradisionalnya. Hasilnya, dia meluncurkan album Toba Dream hingga tiga seri yang dinilai oleh para seniman Batak sebagai karya yang sangat mumpuni.

Rupanya tak hanya bercita-cita mengangkat musik Batak. Viky juga ingin mengangkat semua musik tradisional yang hidup di Indonesia. Maka dibuatlah album Indonesian Beauty sekitar tahun 2006, yang melibatkan beberapa musisi dan penyanyi etnik populer seperti Sudjiwo Tedjo, Ani Sukmawati, Korem Sihombing, dan Lea Simanjuntak. Menurutku, ini adalah salah satu album World Music Indonesia paling kaya dan megah!


(Viky Sianipar feat. Rebecca Leuwol – Indonesia Pusaka)

 
 
 


(Viky Sianipar feat. Ani Sukmawati – Es Lilin)
 
 
 


(Viky Sianipar feat. Korem Sihombing – Mardalan Ahu Marsada Sada)
 
 
 
Nyanyian Dharma

Sebenarnya ini bukan sebuah group. Tapi nama sebuah proyek yang diprakarsai oleh Dewa Budjana, yang mengangkat musik dan lagu bernuansa Hindu Bali. Aku membeli album ‘Nyanyian Dharma 2’ (kaset pita) sekitar tahun 2005. Meski ada substansi religius di proyek ini, tapi beberapa lagu menyampaikan spirit universal yang bisa didengar oleh pendengar dari latar belakang apapun. Artis-artis besar yang terlibat dalam proyek ini sangat banyak, dan juga multi agama. Ada Dewa Budjana, Balawan, Gde Prama, Maya Hasan, Ayu Laksmi, Saras Dewi, dan juga Trie Utami. Bahkan Trie Utami yang setahuku bukan berlatar belakang Hindu, mampu menginterpretasikan syair yang ditulis Putu Wijaya dalam nada-nada yang sangat bernyawa.

Di lagu berjudul Karma, Trie Utami yang juga kita kenal sebagai Mbak Iik yang menyebalkan itu, menunjukkan kharismanya sebagai penyanyi bermusikalitas mumpuni. Tak ada sosok Mbak Iik yang menyebalkan saat mendengar lagu ini. Lalu salah artis World Music Bali, Ayu Laksmi, juga menyumbangkan lagu bernuansa Jazz Bali yang sangat catchy di album ini, Tri Kaya Parisudha.


(Dewa Budjana, Trie Utami, Maya Hasan (harp) – Karma)

 
 
 


(Nyanyian Dharma (all stars) – Tat Twam Asi)

 
 
 

Masih banyak group dan musisi New Age/World Music Indonesia lainnya. Satu lembar tak akan cukup untuk mengulas satu persatu. Mahagenta, Nera, Kua Etnika, Balawan, Ayu Laksmi, Bandaneira, Gus Teja, Karimata, Sambasunda, Transformasi, Jugala All Star (with Sabah Habas Mustapha), dsb. Untuk saat ini, aku pajang klip-klip mereka saja. Tapi ingat, kalau ingin mendapatkan file lagu dengan resolusi yang standar, carilah di tempat yang menyediakan ya! Klip-klip ini hanya sebagai bantuan referensi saja, untuk karya-karya mereka sebaiknya belilah versi komersial yang legal. Oke?

 
 


(Gus Teja – Hero)

 
 
 


(Sudjiwo Tedjo – Anyam Anyaman Nyaman)

 
 
 


(KUA Etnika – Cilik)

 
 
 


(Ayu Laksmi – Ibu)

 
 
 


(Sabah habas Mustapha with Jugala All Star – Di Nogara Deungeun)

 
 
 


(Raka Sidan – Sekar Bumi)

 
 
 


(Mahagenta – Menari Nari)

 
 
 


(Nera – Samo Lime)

 
 
 


(Puspa Dewi – Jangi Janger)

 
 
 

Maju terus World Music Indonesia!😉

 
 
 

 

2 responses to “Musik Indonesia (World Music)

  1. herdana

    26 September 2012 at 09:41

    Kereeeeeeeeeeeennnn!!!! hahahahaa yup, sebenarnya budaya meniru di negeri ini sudah merasuk ke sendi2 kehidupan manusia nya, hampir si semua lini, termasuk dimusik juga. Jujur aku termasuk yg engga menyukai musik2 K-Pop ataupun boyband atau girlband. kalo dari liriknya memang engga paham bahasanya, hanya suka dance mereka walaupun tak terlalu,Karena aku pikir masih bermutu musik asli kita Kang, mungkin karena masih ada filosofi dan dasar pembuatan karya2 nya, daripada karena tuntutan manajemen layaknya artis, begitu.hehehhee.. SIP !!! aku SUKA !!! makasih infonya Kang Noel. gara2 CRA aku kenal Gus Teja juga,hehehe. Kira2 bagi penyuka aliran New Age, ada info engga Kang buat psikologi nya??? khusus bagi yg suka aliran New Age low. apakah ada pengaruh bagi perilaku, perasaan, dan pandangan pemikiran bagi penyuka New Age, sapa tahu bisa ngasih saran bagi teman-teman yg lain, hehehhehehe!!! AKU DAH MAMPIR LOW !! hehehhehehehe

     
  2. noelapple

    26 September 2012 at 12:15

    New Age yang berarti ‘Era Baru’ sebenarnya dipakai untuk memisahkan dari genre Klasik Lama. Karena di New Age komposisi musik ingin kawin dengan modernitas. Konsep orkestra berpadu dgn eksperimental elektronik. Dan lama-lama nilai eksperimental itu sendiri mjd lbh menonjol dibanding kaidah2 musik yg diwarisi dr tradisi Klasik.

    Sebagai musik eksperimental, New Age jg memiliki banyak variasi. Ada musik yg meditative (minim beat/perkusif), hingga ada pula yg upbeat (semi dance). Setahuku, musik yg ritmik (semacam dance atau beat) sangat mempengaruhi otak untuk lebih mengaktifkan saraf motorik. Sehingga memancing pendengarnya utk bergerak mengikuti irama. Sedangkan meditative mempengaruhi pendengar untuk meresapi ketenangan. Jadi, New Age pd dasarnya punya nilai yg dinamis.

    Tapi sisi khas New Age yg paling terasa, sebagai musik eksperimental adalah jiwa eksperimental itulah, menurutku. Bisa disebut juga sebagai jiwa petualang. Musik New Age/World Music kental eksplorasi geografis, etnografis, bahkan musikologis-nya sendiri karena selalu terbuka thd instrumen2 yg beragam.

    Menurutku pribadi, itulah yg paling aku rasakan saat mendengar musik genre ini. Mendengarkan yg bernuansa Thailand, maka imajinasiku akan diajak bertualang ke sana. Bernuansa Africa, ke sanalah aku merasa. Musik petualang, musik perenung, musik dari jiwa yg dinamis dan selalu mencari hal baru.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: